Tingkatkan Kemampuan Delegasi Keperawatan

42

MEMAPARKAN - Dosen Fikkes Unimus saat menyampaikan materi dalam seminar nasional 'Manajemen Keperawatan : Aplikasi Model Delegasi Keperawatan Relactor' di kampus Kedungmundu Semarang, Sabtu (13/7). foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Delegasi keperawatan berupa kemampuan kepala ruang dan ketua tim mendorong perawat pelaksana, melaksanakan tugas dengan mengembangkan komunikasi efektif, diperlukan dalam tata laksana rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Unimus Dr Ns Vivi Yosafianti Pohan MKep, dalam seminar nasional 'Manajemen Keperawatan : Aplikasi Model Delegasi Keperawatan Relactor' di kampus Kedungmundu Semarang, Sabtu (13/7).

"Untuk itu, pengetahuan tentang delegasi keperawatan relactor atau pendidikan dan pelatihan perlu dkembangkan, sekaligus memahami serta melaksanakan proses tahapan delegasi keperawatan relactor yang efektif dan benar," paparnya.

Dipaparkan, selama ini masih ada rumah sakit yang belum menerapkan delegasi keperawatan yang belum berstandar. Pahadal hal tersebut penting, dalam tata laksana rumah sakit terutam untuk unit rawat inap. 

Hal tersebut mendorong dilakukan penelitian bersama anggota tim, yakni Ns Dera Alfiyanti MKep dan Ns Mariyam MKep SPKepAn, dengan dana hibah dari Kemenristekdikti, tim tersebut menyusun Modul Pembelajaran Model Delegasi Keperawatan 'Relactor'.

"Seminar ini menjadi salah satu produk luaran dalam melaksanakan penelitian bersama, tentang Modul Pembelajaran Model Delegasi Keperawatan 'Relactor'. Produk penelitian ini saya buat sejak 2011 lalu, diperkenalkan pada 2015 dan dilakukan penelitian sejak 2016 lalu," lanjutnya.

Sejauh ini, sosialisasi tentang modul pembelajaran tersebut sudah dilakukannya kepada lebih dari 300 perawat. "Saya berharap modul ini bisa diterapkan dalam tata laksana rumah sakit, sehingga mampu meningkatkan kualitas keperawatan. Seluruh pihak pun menjadi tertata dan nyaman," tandas Vivi.

Diterangkan, sejauh ini sudah ada lima penelitian yang dilakukannya dalam pembuktian modul tersebut,mulai dari studi kualitatif delegasi keperawatan, hingga perbandingan antara kualitas perawat yang sudah diberikan pengetahuan tentang modul pembelajaran dan belum mendapat.

"Modul delegasi keperawatan ini penting, sebab selama ini hanya disampaikan secara lisan, padahal perlu dilakukan secara tertulis sehingga lebih tertata, jelas dan berkuatan hukum. Mudah-mudahan dengan kerjasama yang rutin, bisa semakin berkembang dan dimanfatkan oleh tatanan rumah sakit yang lain,"pungkasnya. rix
 

 

Penulis : arixc
Editor   : edt