Dorong Perkembangan Olahraga Tinju Indonesia

47

PENGHARGAAN - Mantan juara dunia WBA Chris John dan promotor tinju Elisabeth Liu, bersama pendiri Leprid Paulus Pangka, usai mendapatkan penghargaan dari lembaga tersebut, di Semarang, Minggu (14/7). foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO -  Mantan juara tinju dunia WBA asal Indonesia, Chris Jhon mendorong pemerintah, khususnya pemerintah daerah, untuk memberikan perhatian kepada cabang olahraga tinju. Hal tersebut disampaikannya, usai menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) di Semarang, Minggu (14/7).

"Kualitas petinju di Indonesia, termasuk di Jateng, tidak kalah dibandingkan dengan atlet tinju luar negeri. Dengan latihan dan pola hidup hingga manajemen yang tepat, petinju kita dapat bersaing. Untuk itu, perlu perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dalam mengembangkan olahraga ini," terangnya.

Disatu sisi, dirinya mengapresiasi langkah Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga tinju. Termasuk mendorong pendirian sasana tinju berkelas internasional. 

"Tawaran sudah disampaikan oleh Gubernur NTT, kepada saya, untuk membantu mengembangkan olahraga tinju. Termasuk pendirian sasana tinju dan menjadi pelatih. Beliau berharap, pengalaman yang saya miliki, bisa ditularkan kepada atlet-atlet tinju masa depan," tandasnya.

Sementara, Pendiri dan Ketua Umum Leprid Paulus Pangka menuturkan penghargaan diberikan kepada Chris Jhon, atas dedikasi dan prestasinya selama menggeluti olahraga tinju ini. Diterangkan, sepanjang 2003 sampai 2013, pria yang mendapat julukan The Dragon tersebut berhasil mempertahankan sabuk juara dunia WBA, sebanyak 18 kali berturut-turut.

''Dengan rekor pertandingan 52 kali dan menang 51 kali, sampai saat ini belum ada petinju Indonesia yang bisa menyaingi prestasi Chris John. Bahkan, atas prestasinya Chris John dianugerahi Life Time Achievement Award dari WBA atas prestasi tersebut. Oleh karena itulah, Leprid sangat mengapreasi tersebut dan memberikan penghargaan dengan predikat The Legend Award,'' papar Paulus.

Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan penghargaan kepada Elisabeth Liu, atas kegigihannya dalam bidang olahraga tinju. Wanita yang akrab di sapa Elsa ini, merupakan wanita promotor tinju pertama di Indonesia, yang mencetak juara dunia tinju.

''Elsa ini juga pendiri Fahiluka Surya Production yakni sebuah sel yang berisi orang-orang yang peduli terhadap kemajuan Indonesia khususnya di NTT di bidang hukum, olahraga, pariwisata, pendidikan dan ekonomi,'' papar Paulus.

Sebelumnya, pada 7 Juli lalu di Kupang NTT, pihaknya juga telah menganugerahkan penghargaan kepada Fahiluka Surya Production, atas prestasi rekor yang pertama kali mengadakan 6 pertandingan tinju international dalam satu perhelatan di Indonesia, dalaam The Borber Battle 2019. rix

 

Penulis : arixc
Editor   : edt