Surawan Selamatan Pascapenemuan Tapak Kaki Raksasa

220

Selamatan di rumah Surawan dilangsungkan dengan mengundang kiai dari Srumbung setelah ditemukannya tapak kaki raksasa yang diduga milik makhluk halus genderuwo. (Foto: Kiriman Yehana SR)

 

BOROBUDUR- Penemuan telapak kaki raksasa yag dikabarkan sebagai tapak kaki genderuwo di halaman rumah Surawan,  Warga Dusun Barepan RT 01/RW 05 Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, masih menjadi perbincangan warga setempat.

Sehubungan dengan penemukan tapak kaki raksasa yang diduga telapak makhluk halus jenis genderuwo (Wawasan.co, 28/9), pemilik rumah mengadakan kenduri, Jumat malam, sekitar pukul 19.00 tadi. Menurut Yehana SR, tetangga Surawan, kenduri dimaksudkan untuk memohon keselamatan dari Tuhan, terkait dengan temuan tapak kaki tersebut.

Bongkahan Batu Jatuh

Kira-kira pukul 20.00 tadi, tambah Yehana SR, Surawan juga mendatangkan seorang kiai ahli hal gaib dari Srumbung. Bersama pemilik rumah dan kiai setempat, mereka masuk rumah kosong di sebelah rumah Pak Surawan. “Kami menggelar tikar di rumah tersebut, Pak Kiai mengangkat tangannya ke atas, tiba-tiba terdengar suara kretek-kretek dan cukup keras,” kata Yehana yang dikenal sebagai seniman kartun ini.

Setelah itu, tambah Yehana, tiba-tiba sebongkah batu jatuh dari atas dengan suara sangat keras, dan batu itu pecah berkeping-keping. “Batunya putih seperti batu akik. Kemudian kami masuk ke kamar lain, dan kembali jatuh batu berkeping-keping, dan kemudian dibungkus kain mori putih,” kata Yeha.

Masih dalam suasana tersebut, tiba-tiba Suprat, seorang tetangga Surawan yang ikut masuk rumah tersebut merasakan punggunya sangat panas, kemudian berlari ke luar rumah, dan mereka bersama kembali ke rumah Surawan, sekitar pukul 23.00.

Menurut keterangan Pak Kiai, makhluk halus itu tinggal di pohon maja yang sebelumnya akan ditebang oleh Muh Zainal. “Silakan besok pohon itu ditebang, penghuninya sudah dibelenggu,” kata Pak Kiai.

Namun, seperti dituturkan Yehana, begitu Pak Kiai mengatakn makhluknya sudah dibelenggu, di ruar rumah terdengar bunyi “braaak” sangat keras. “Terus terang kami bertanya-tanya tentang keanehan ini, dan silakan orang mau percaya atau tidak. Tetapi saya menyaksikan sendiri,” kata Yehana kepada Wawasan.co.

Penulis : wr
Editor   : wied