Resmob Polres Blora Bekuk Pembunuh Deny

  • 4 Pelaku Masih Buron
131

MENJELASKAN - Kapolres Blora AKBP Antonius Anang SIK, MH, didampingi Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo SH, MH, menggelar perkara terkait mayat terbungkus karung. Foto : Wws/Wahono

BLORA, WAWASAN.CO –  Tim reserse mobil (Resmob) Satuan Reskrim Polres Blora berhasil menyingkap pelaku dan motif pembunuhan Deni Triatama (16). Saat ini sudah tiga orang pelaku dibekuk, empat lainnya masih dalam pencarian.

Tiga pelaku tersebut,  Al, H, dan Y, semua warga Blora dan masih dibawah umur. Soal motifnya, korban disebut-sebut mencuri hand phone (HP) kawannya, lantas mabuk, dan terjadilan penganiayaan hingga tewas.

“Tiga pelaku sudah kami amankan, semua masih dibawah umur, empat pelaku lainnya masih buron,” beber Kapolres Blora AKBP Antonius Anang dalam konferensi pers, Senin (15/7/).

Kapolres Blora menambahkan, kerja keras itu diawali oleh tim Inafis gabungan Polres Blora dan Polda Jateng melakukan outopsi dan visum terhadap mayat yang diteukan di hutan jati terbungkus dalam karung.

Indentifikasi di rumah sakit umum daerah (RSUD) R. Soetijono, Blora, ternyata mayat tersebut bernama Deny Triatama  (16), bukan Deni Triyanto seperti diberikana sebelumnya.

Dijelaskan, setelah mengantongi keterangan para saksi dan beberapa alat bukti, Satreskrim bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Naik Motor

Hasilnya, Sabtu (13/7), tim Resmob Satreskrim menangkap tiga dari tujuh orang pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Deny Triatama, warga Kelurahan Jepon, Blora.

Dijelaskan Kapolres, sebelumnya korban dituduh mencuri HP kawannya pada saat nongkrong bareng beberapa waktu lalu, dan Deny mengakuinya. Lantas Senin (15/7)) malam, korban diajak kawan-kawannya remaja yang suka bertattoo, nongkrong di Taman Kecamatan Randublatung sambil minum minuman keras.

“Para pelaku  sempat mabuk, terjadilah pengeroyokan pada korban hingga tewas,”  jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo, dan Kapolsek Randublatung AKP Supriyo.

Korban luka parah dan tewas. Lantas jasad Deny dimasukkan dalam karung, dinaikkan sepeda motor berboncengan tiga, dan dibuang di hutan jati. Menurut AKPB Anang, ketiga pelaku yang masih dikategorikan anak dibawah umur ini, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku diancam hukumannya sesuai dengan ketentuang perundangan yang berlaku, yakni undang-undang perlindungan anak (UUPA) junto pasal 170 ayat (2) KUHPidana. “Ancaman hukumannya, maksimal 12 tahun penjara,” tandas Kapolres Blora.

Seperti diberitakan sebelumnya, teka-teki identitas mayat dalam karung di hutan jati Blora, akhirnya tersingkap. Korban adalah Deni Triantama, warga RT-06/RW-02, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora. Orang tua korban, Sarju mengetahui tentang kondisi anaknya, setelah mendapat informasi adanya temuan mayat, dengan ciri-ciri antara lain bertato.

Mayat terbungkus dalam karung sak, ditemukan di hutan jati petak 113 RPH Jati Kusumo, KPH Randublatung, masuk Dukuh Loji Ijo, Desa Kalisari, Kecamatan Radublatung, Blora. Mayat dalam karung zaak warna putih, pertama kali ditemukan Ramijan alias Gowang, seorang pengembala sapi. Ramijan sempat tidak yakin di dalam karung itu sesosok mayat.

Mayat ditemukan Kamis (11/7) sore, di hutan jati petak 113 Resor Polisi Hutan (RPH) Jati Kusumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungjambu, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Blora.

Penulis : wah
Editor   : edt