Belajar Budaya Dunia dalam Program 'Around The World'

44

SERU - Keseruan program belajar sembari berlibur ‘Around The World’, yang digelar Sanggar Aksara Children’s Enrichment Center di lembaga pendidikan tersebut, Sabtu (14/7). foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Keceriaan terpancar dari wajah puluhan siswa Sanggar Aksara Children’s Enrichment Center. Menghadirkan program belajar sembari berlibur ‘Around The World’ untuk anak-anak usia 1 hingga 10 tahun, mereka diajak untuk berkeliling dunia.

Selama dua minggu, peserta  belajar mengenai berbagai buday mancanegara. Mulai dari Jepang dengan belajar membuat sushi, belajar menari Bollywood di India, membangun The Great Wall atau tembok besar di Tiongkok, mengunjungi benua Afrika membuat rumah khas Zimbabwe, hingga pergi ke Amerika untuk bermain ala cowboy.

"Kegiatan ini, menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkenalkan seni budaya dunia kepada anak-anak. Tidak sekedar untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka secara teori, para siswa juga diajak untuk aktif dengan melakukan sesuatu hal yang berkaitan," papar CEO Sanggar Aksara Endinda Krista, disela puncak kegiatan bertajuk  Citizen of The World Party, Sabtu (14/7).

Bertempat di kantor lembaga pendidikan tersebut, jalan Taman Beringin Semarang, peserta diajak untuk ikut dalam berbagai kegiatan. Mulai dari story telling, rhyme time, costume parade dan flash mob, lomba packing. Ditambah ada kelas Bahasa asing yang dapat diikuti secara gratis, mulai kelas Bahasa Jerman, Mandarin, Italia, Thailand, Belanda hingga Russia. Menutup Citizen of The World Party, anak-anak juga bersama-sama mengikuti mini Holi Festival dari India, dengan bermain bubuk warna-warni.

“Melalui program ini anak-anak akan mendapatkan ekperience yang lebih. Anak-anak selama ini belajar geografi dunia dari buku sekolah. Kalau di sini mereka benar-benar merasakan budaya-budaya di luar negeri,” ujarnya.

Ditambahkan, berbagai kegiatan tersebut merupakan pertama kali digelar oleh Sanggar Aksara. Ke depan, kegiatan semacam itu akan dilakukan rutin dan lebih mengeksplor lagi kebudayaan yang ada di seluruh dunia, tidak hanya 30 negara saja.

“Belajar langsung praktek bagus bagi emosi anak, mereka bisa mengekspresikan diri. Anak-anak yang tahu mengenal budaya luar negeri otomatis akan lebih mencintai budaya sendiri,” tandasnya.rix

 

Penulis : arixc
Editor   : edt