Musim Kemarau, Pipa PDAM Pecah Lagi

49

MELUBER - Air meluber akibat pipa PDAM pecah di wilayah Surajaya, namun disisi lain pelanggan di kota justru tidak bisa menikmati pasokan air yang seharusnya mereka terima. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG,WAWASAN.CO - Diduga akibat musim kemarau, yang menyebabkan perubahan struktur tanah, dan ditunjang dengan beratnya beban kendaraan yang melintas, sebuah pipa PDAM berukuran 16 Inchi yang berada di Dukuh Slarang Desa Surajaya pecah. Imbasnya air berhamburan ke jalan di sekitar lokasi, sedangkan para pelanggan di kota justru sementara tidak bisa menikmati pasokan air.

Direktur Utama PDAM Tirta Mulia Pemalang, Aji Setya Budi, melalui Direktur Teknik, Julianto, Senin (15/7), membenarkan terjadinya kerusakan pipa penyaluran di wilayah Surajaya. Meski demikian unit gerak cepat yang selalu disiagakan sudah langsung diluncurkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan, hanya saja memang butuh waktu karena selain harus melakukan perbaikan juga penormalan kembali agar pipa tidak pecah saat air mulai dialirkan.

"Dugaan kita penyebab kerusakan pipa selain karena perubahan struktur tanah juga akibat beban kendaraan yang terlalu berat yang melintas diatas jalur pipa,"jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur Teknik PDAM Tirta Mulia menjelaskan, bahwa kerusakan di jalur tersebut memang mengakibatkan dampak terganggunya pelayanan ke wilayah Kota Pemalang dan wilayah Utara. Hal ini disebabkan jalur sudah dipisah sehingga sekarang ada 2, jika sebelah barat yang rusak maka yang terganggu pelanggan wilayah kota termasuk Kelurahan Sugihwaras.

Sedangkan apabila yang terganggu jalur yang sebelah Timur, maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Taman, Kendalsari dan Ampelgading sekitarnya. Pihak teknik selain melakukan perbaikan sekaligus saat ini juga tengah melaksanakan pembenahan jaringan-jaringan, sehingga diharapkan bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

"Kita mohom maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat khususnya pelanggan akibat gangguan yang terjadi,"pesannya.

Penulis : pw
Editor   : edt