Limbah Kerajinan Batu Jadi Produk Unggulan

48

Wakil Bupati Edi Cahyana, didampingi staf ahli Bekraf, Adi Nugroho, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin, saat meninjau stand UMKM binaan Bekraf. (Tri Budi Hartoyo)

MUNGKID, WAWASANCO- Di Kabupaten Magelang ditemukan beberapa masalàh penting yang harus dipecahkan bersama supaya produk UMKM di Magelang bisa lebih memiliki kualitas dan daya jual yang tinggi. Di antaranya untuk mengolah limbah kerajian batu di kawasan Muntilan. "Soal keterampilan sudah tidak diragukan lagi, tetapi perlu didukung peralatan yang memadai agar bisa menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing. Masalah pemasaran memang perlu dibantu, entah pemerintah atau lembaga lain," kata Adi Nugraha, staf ahli Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Magelang, Jumat (19/7).

Saat ini, menurut dia, Bekraf sedang konsentrasi membantu dalam mengolah limbah batu menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Program itu dilaksanakan sesuai masukan dari Pemkab Magelang."Kami ssudah dua kali melaksanaan bimbingan teknis (bintek) untuk membantu perkembangan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) di Kabupaten Magelang," kata Adi, di sela-sela pameran dan paparan hasil Bintek Bekraf di Magelang, di Pendopo drh Soepardi Setkab Magelang.

Perlu diketahui, Bekraf dalam pendampingan terakhir pada 2019, Bekraf telah memilih tiga produk unggulan untuk dikembangkan. Yakni, kerajinan batu di Muntilan, kerajinan bambu dan kerajinan anyaman pandan di Borobudur. Adi juga menegaskan arti pentingnya sebuah branding bagi produk UMKM suatu daerah. Menurutnya, branding sangat mendukung terkait identitas produk tersebut berasal. "Contoh Borobudur, orang harus tahu bahwa Borobudur itu berlokasi di Magelang bukan di Yogyakarta. Begitu halnya dengan produk itu sendiri, Magelangnya harus melekat," ujar Adi Nugraha.

Wakil Edi Cahyana mengatakan, Kabupaten Magelang kaya akan sumber daya alam sebagai sebuah potensi ekonomi yang masih bisa digarap. Tentu dibutuhkan keuletan SDM yang kreatif inovatif agar potensi tadi mampu menghasilkan produk yang berdaya saing dengan nilai jual tinggi, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami berharap ini menjadi moment penting. Kita bisa lihat kegiatan kreatifitas dari tim Bekraf dalam pembinaan UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan kemasan. Ke depan produk-produk ini jarus bisa menjadi ikon Magelang, karena keberadaan Candi Borobudur sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan manca negara," tandasnya.

Penulis : tbh
Editor   : jks