65 Pasien Ikuti Operasi Katarak Gratis

159

KUDUS- Sebanyak 65 pasien yang telah dinyatakan lolos screening, menjalani operasi katarak gratis, yang digelar Djarum Foundation bekerja sama dengan Yayasan Bina Netra Yogyakarta (YBNY), di Rumah Sakit Kartika Husada, Kudus, Minggu (1/10). Kegiatan ini juga digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-72 TNI, yang jatuh pada Kamis (5/10) mendatang.
 
''Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-72 TNI, kami sangat berharap, dengan adanya kegiatan sosial seperti operasi katarak gratis ini, bisa
membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sehingga mereka bisa bekerja kembali, bermanfaat bagi keluarga dan bisa meningkatkan kualitas
hidupnya,'' kata Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol CZI Gunawan YK, dalam kata sambutannya.
 
Menurut dia, betapa pentingnya menjaga kesehatan terutama kesehatan mata, yang menjadi salah satu indera penting bagi manusia. Ditambahkan Gunawan,  kegiatan ini bisa terlaksana atas kerja sama dengan beberapa elemen terkait.
 
Program Director Djarum Foundation, Rudi Djauhari menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian perusahaannya pada orang-orang yang membutuhkan bantuan. Seperti halnya para penderita katarak ini, pihaknya berharap, setelah dilakukannya operasi, mereka bisa kembali beraktivitas  seperti semula.
 
''Penyakit katarak bisa disembuhkan, asalkan kondisi kesehatan dan mental pasiennya sudah siap. Para dokter yang menanganinya pun, juga sudah terampil
dan profesional. Kami ingin, para pasien yang sudah melakukan operasi dan dinyatakan sembuh, bisa beraktivitas kembali secara normal serta kebahagiaan yang baru,'' ungkap Rudi dalam keterangannya, di sela-sela acara yang berlangsung sejak pagi sampai sore hari itu.
 
Sedangkan Prof dr Suhardjo SU SpM(K), selaku pembina YBNY mengingatkan, akan pentingnya kegiatan semacam ini.
 
Dia berharap, acara ini dapat dise lenggarakan secara rutin, mengingat angka penderita katarak yang setiap tahunnya meningkat.
 
''Masalah kesehatan di Indonsia harus dipecahkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Indikatornya, hingga saat ini angka kebutaaan di Indonesia masih lebih dari satu persen. Oleh karena itu, kesehatan bukan hanya kerja dari departemen kesehatan saja, melainkan juga bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, seperti TNI dan pihak-pihak swasta serta yayasan lainnya,'' ungkapnya.

Sementara itu, dr Indra, dari YBNY menyebutkan, sejak dibukanya pendaftaran bagi yang ingin mengikuti operasi katarak gratis beberapa waktu lalu itu, berjumlah 120 orang. Namun setelah dinyatakan lolos screening, hanya ada 65 pasien yang akan dioperasi. Menurut dia, kebanyakan pasien yang terdaftar dalam kegiatan ini, sudah berusia lanjut, dan sebagian lagi masih berusia setengah baya.
 
''Kami telah menyiapkan sebanyak enam buah meja operasi, dengan 12 dokter mata dari Yayasan Bina Netra, ditambah empat dokter lagi yang ada di wilayah

Kudus dan sekitarnya. Satu kali operasi rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit saja,'' terang dr Indra.
 
Menurutnya, penyebab utama penyakit katarak ini karena faktor usia. Meskipun ada juga penderita katarak yang masih anak-anak. Beberapa hal yang menyebabkan anak-anak menderita katarak adalah, pada saat mengandung, si ibu kurang bisa menjaga kesehatannya, sehingga berpengaruh pada bayi yang  dikandungnya.

Penulis :
Editor   : awl