Pengurus PWI Kota Magelang Dilantik dengan Kostum Tak Biasa

216

Ada hal yang menarik saat Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Mahmud NS saat melantik kepengurusan PWI Kota Magelang 2017-2020. Baik pengurus yang dilantik maupun Ketua PWI Jateng mengenakan pakaian/kostum tradisional. Foto: Widiyas Cahyono
MAGELANG-Ada yang tampak tak biasa pada acara pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang. Para pengurus yang dilantik tidak mengenakan pakaian sebagaimana biasa, tetapi memakai pakaian adat, kostum wayang, dan sebagainya. Termasuk juga Ketua PWI Jateng Amir Machmud yang melantik mereka di Hotel Atria, Magelang, Sabtu (30/9).
Menurut CH Kurniawati, salah satu wartawan yang dilantik jadi pengurus, mengenai kostum saat pelantikan ini memang sudah lama dipikirkan. "Kami ingin sesuatu yang berbeda. Bahkan dalam pelantikan ini juga ada door prize berupa sepeda," ujar CH Kurniawati. 
 
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Provinsi Jawa  Tengah Amir Mahmud NS dalam sambutan pelantikan mengajak para  wartawan muda PWI yang bertugas di  Kota Magelang  untuk melaksanakan tugas  jurnalistiknya secara profesional, menjunjung kearifan lokal, dan menjaga hubungan kemitraan dengan semua kalangan.
 
“Selain itu ada tiga hal yang sangat penting dalam memerangi hoax(berita bohong), yakni akuntabel, disiplin verifikasi, dan kepercayaan masyarakat,” kata Amir Mahmud, saat melantik Pengurus PWI Kota Magelang periode 2017-2020, Sabtu ( 30/9).

Amir Mahmud mengatakan,  dengan  bekerja secara profesional dan menjaga martabat profesi  sesuai dengan Kode Etik Jurnaslistik, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan taat terhadap peraturan dasar dan rumah tangga PWI , diharapkan bisa memberikan kontribusi yang optimal bagi pembangunan di wilayah Kota Magelang. Menurutnya, kepercayaan masyarakat sangat penting, karena pemberitaan yang baik bukan sekadar sensasi, tetapi  merupakan sebuah  tanggung jawab sosial.
 
Pada kesempatan itu, mantan Pimpinan Redaksi  Suara Merdeka mengatakan, hubungan wartawan dengan relasi, sumber berita, dan mitra kerja juga harus dilakukan  secara profesional. Karena, bila tidak dilandasi dengan hubungan personal yang baik tidak ada artinya.

“Profesional itu ibarat dua sisi mata uang. Tidak ada artinya seorang wartawan yang profesional kalau tidak dilengkapi etika yang kuat," katanya.
 
Pada kesempatan tersebut, Amir Mahmud mengajak para anggota PWI Kota Magelang yang sebagian besar berasal dari generasi muda dan  dinamis, untuk tidak bergerak dengan jurnalisme yang terlalu bergegas.
“Karena, kebiasaan bergegas hanya akan ciptakan celah hukum yang bisa meninggalkan luka," tandasnya.
 
Sementara itu,Walikota Magelang  Sigit Widyonindito mengatakan, peranan pers di  Kota Magelang  itu yang telah mendorong keberhasilan pembangunan di berbagai bidang demi kemajuan dan kesejahteraan
masyarakat. "Selama kepemimpinan saya di Kota Magelang  saya merasa terbantu oleh
media. Ketika informasi disampaikan berimbang, bertanggung jawab, mencerdaskan masyarakat, hasil akhirnya juga baik dan bisa dirasakan bersama," katanya.
Adapun pengurus PWI Kota Magelang 2017-2020 yang dilantik antara lain Ketua Adi Daya Perdana, Wakil Ketua Joko Suroso, Sekretaris Wiwid Arif dan Bendahara Ch Kurniawati. 


 
 
 

Penulis : widias
Editor   : wied