SOLO, WAWASANCO- Rangkaian Kereta Api (KA) dengan lokomotif uap yang beroperasi di Solo bertambah menjadi dua unit. Menyusul pengoperasian secara resmi rangkaian KA Joko Kendil dengan lokomotif uap D 1410 oleh Dirut PT KAI Edi Sukomoro bersama Wakil Walikota Surakarta Ahmad Purnomo. Sebelumnya hanya rangkaian KA Jaladara dengan lokomotif uap C 1218 yang beroperasi di Solo sejak November 2009.
„Kami berharap dengan selesainya restorasi Lopkomotif Uap D 1410 ini bisa menambah semaraknya wisata yang ada di Solo“, kata Kepala PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Purwanto dalam laporannya pada Launching Loko Uap D 1410 yang berlangsung di area Car Free Day (CFD) Solo tepatnya di depan Rumah Dfinas Walikota Suraklarta Loji Gandrung, Minggu (16/2).
Ka Daop VI Eko Purwanto melaporkan, lokomotif uap D 14 10 merupakan satu satunya tipe D 14 yang masih ada di Indonesia . Pada awalnya terdapat 23 unit lokomotif uap type D 14 di Indonesia . Lokomotif uap D 14 di Indonesia berasal dari dua pabrikan yakni Jerman untuk nomor 1 – 12 dan Belanda untuk nomor 13 – 23. Pada tahun 2018 Dirut PT KAI memerintahkan melakukan restorasi D 1410. Restorasi dilakukan personil yang pernah menangani loko uap di Indonesia dan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta . Uji coba setelah proses restorasi dilakukan dengan mengoperasikan Loko uap buatan tahun 1920 dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menuju Stasiun Purwosari. “Alhamdulillah lokomotifnya sudah berada di sebelah kita . Kami berharap dengan selesainya restorasi ini bisa menambah semaraknya wisata yang ada di Solo”, ungkap Eko Purwanto.
Masih dalam kesempatan sama Wakil Walikota Surakarta Ahmad Purnomo dalam sambutannya menyatakan, penghibahan rangkaian kereta api dengan lokomotif uap D 14 dipastikan akan sangat melengkapi pariwisata Kota Surakarta. Dengan bertambahnya lokomotif uap yang beroperasi di Solo mudah-mudahan akan menambah kunjungan wisatawan local maupun mancanegara.”
“Naik rangkaian kereta api dengan lokomotif uap dan melewati rute di pusat kota diyakini sangat berbeda sekali rasanya. Yang menjadi kendala yakni biaya operasionalnya tidak murah”, jelasnya .
Penulis : baaw
Editor : jks