Berkolaborasi dengan Baznas Kota Tegal, Bank Indonesia Tegal Gelar Pelatihan 'SMART'


PELATIHAN SMART : Kepala KPw BI Tegal, Bimala berkesempatan berfoto bersama dengan jajaran BAZNAS Kota Tegal dan Walikota Dedy Yon Supriyono di sela -sela acara Pelatihan Strategi Manajemen Masjid Amanah, Ramah, dan Bertatakelola (SMART) yang digelar di Gedung Adipura Balaikota Tegal, Rabu (4/3/2026). Foto. Eko Saputro/wawasan.co

TEGAL, WAWASAN.CO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) menggelar Pelatihan Strategi Manajemen Masjid Amanah, Ramah, dan Bertatakelola (SMART). Pelatihan yang berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tegal ini mengambil tema “SMART Masjid: Penguatan Masjid Sebagai Episentrum Pemberdayaan Umat” dan digelar di Gedung Adipura Balaikota Tegal, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pilot project pemberdayaan masjid untuk mendukung ekonomi syariah sekaligus menyemarakkan bulan Ramadan 1447 H dan diikuti oleh para pengurus takmir dan pengelola UPZ masjid se-Kota Tegal.

Masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid telah menjadi pusat peradaban Islam, hingga penyelesaian berbagai persoalan umat. 

Kepala KPw BI Tegal, Bimala dalam sambutannya menandaskan, di era digitalisasi yang berkembang pesat, pengelolaan masjid dituntut semakin profesional dan adaptif. Tantangan yang dihadapi mencakup pengelolaan keuangan yang akuntabel, penyusunan program kerja yang terarah, pengelolaan aset, peningkatan pelayanan jamaah, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung administrasi dan dakwah. 

"Tanpa manajemen yang baik, potensi besar masjid belum dapat dimaksimalkan secara optimal," ucap Bimala. 

Bimala menambahkan, sebagai bagian dari perannya dalam mendorong akselerasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia pengurus masjid melalui pelatihan dan edukasi. 

"Selain itu, BI juga mendorong digitalisasi pengelolaan ZISWAF, termasuk pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS guna meningkatkan kemudahan, efisiensi, serta transparansi penghimpunan dana umat," tandas Bimala. 

Bimala menambahkan, melalui digitalisasi, proses pembayaran ZISWAF menjadi lebih mudah, cepat, dan dapat diakses kapan saja serta di mana saja.

"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat sehingga meningkatkan kepercayaan publik," paparnya.

Dijelaskan, ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) berperan strategis dalam mendukung Pemerintah Kota Tegal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan mempercepat pembangunan lokal.

Jumlah penduduk beragama Islam di Kota Tegal tercatat sebanyak 294.477 jiwa menurut data BPS tahun 2024. Angka ini menjadikan Islam sebagai agama mayoritas dengan persentase mencapai 96,76% (284.952 jiwa) dari total penduduk kota. Asumsi separuh penduduk muslim Kota Tegal berpendapatan menengah ke atas mencapai 142.476 jiwa. Apabila setiap orang dari yang tidak miskin berwakaf 1000 rupiah per bulan, maka kita bisa mengumpulkan wakaf Rp142 juta per bulan. 

Pelatihan ini juga menghadirkan praktik baik dari Takmir Masjid Al Falah yang dikenal berhasil menerapkan sistem manajemen yang tertata, program kerja terencana, serta pelayanan jamaah yang optimal. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengurus masjid di Kota Tegal dalam mengembangkan tata kelola masjid yang lebih profesional dan berdaya guna. Pelatihan SMART Masjid ini menjadi momentum kebangkitan manajemen masjid yang lebih inklusif, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat di Kota Tegal. 

Lebih jauh Bimala mengemukakan, ke depan, kolaborasi antara Bank Indonesia dan BAZNAS Kota Tegal diharapkan dapat terus berlanjut dalam memperkuat peran masjid sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi 

 

Penulis : ero
Editor   : edt