Penyelesaian pekerjaan di ruas tol Solo _ Ngawi terus dikebut oleh PT Solo Ngawi Jaya selaku pelaksana pembangunan dan 100 hari lagi bisa dioperasikan. (Bagus Adji W)
SOLO_ PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) memastikan ruas jalan bebas hambatan (tol) antara Solo Jateng – Ngawi Jatim bakal diperasikan dalam tempo 100 hari lagi. Kepastian pengoperaqsian mengingat pembangunan fisik yang dilaksanakan sudah mencapai 85 persen. Pengoperasian jalan sepanjang 90 kilometer bakal menerapkan sistem pembayaran tol secara nontunai.
“Pengoperasian jalan tol ruas Solo- Ngawi direncanakan awal Januari 2018. Untuk pembayaran tol, secara langsung diterapkan sistem nontunai”, kata Direktur SNJ Davis Wijayanto pada acara Kampanye elektronifikasi jalan tol di Solo Minggu ( 1/10),
Pada acara dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Bandoe Widiarto dan kepala perbankan di Surakarta, David Wijayanto membeberkan sisa pekerjaan yang belum selesai dikerjakan meliputi pembangunan jembatan di atas Kali Pepe dan Ngesrep berikut oprit overpass sejumlah perlintasan . Penyelesaian masih harus menunggu selesainya pembesan lahan .
Pada tahap awal akan terdapat lima gerbang tol pada ruas Solo- Ngawi, yakni di Ngasem, Klodran, Kebakkramat di wilayah Karanganyar, Karanganyar dan Sragen serta Ngawi Pada Juni 2018, jumlah gerbang tol akan ditambah dua lagi yakni di Bandara Adi Soemarmo dan ruas jalan Solo- Purwodadi. Diperkirakan 10.000 unit kendaraan mobil per hari akan melintas di jalan tol Solo- Ngawi. Karena itu sistem pembayarannya bakal diterapkan menggunakan kartu elektronik/e-money. “ Kalau menggunakan cara tunai memakan waktu 10 detik / kendaraan. Bila menerapkan sistem nontunai hanya perlu waktu 2,5 detik per kendaraan”, jelasnya.
Masih dalam kesempatan sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Bandoe Widiarto mengatakan BI sebagai regulator mengharapkan program jalan tol mejadi bagian dari National Payment Gate Way (NPGW) sehingga akan tercipta efisiensi pembayaran. Selain itu juga akan tercipta keamanan dan kelancaran, serta memastikan bahwa interkoneksi, interporabilitas bisa tercipta.
Menyinggung kegiatan yang digelar dikatakan fokus memberikan komunikasi kepada masyarakat terkait penerapan sistem nontunai pada pembayaran jalan tol. Dengan sosialisasi yang berlangsung diharapkan masyarakat telah siap menbgunakan kartu elektronifikasi pada saat mulai dioperasikannya jalan tolo Solo- Ngawi. Saat ini perbankan di Solo juga tengah menyiapkan, terangnya.
Sementara itu kepala Bank Mandiri Solo Linda, Kepala BRI Cabang Sudirman Alosius Andi Sulistyo dan Bank Jateng Solo Iriyanto menyatakan sependapat telah menyiapkan system kartu eletronik terkait sistem pembayaran nontunai. Dikemukakan sejak dimulainya program jumlah masyarakat yang membeli kartu semakin meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah peminat pembeli kartu di setiap perbankan di Solo saling berbeda namun rata rata mencapai kisaran 500 sampai dengan 1.000 kartu/ minggu.
Penulis : baaw
Editor :