Gua Lawa Dikembangkan Jadi  Destinasi Wisata Asia


Pengunjung berada di Gua Lawa, Purbalingga. Kawasan ini akan dikembangkan jadi destinasi wisata Asia. (Foto :Joko Santoso)

 PURBALINGGA – Objek Wisata Alam Gua Lawa di Desa Siwarak Kecamatan Karangreja, Purbalingga rencananya bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelas Asia. Rencana itu bakal direalisasikan mulai tahun anggaran 2018 mendatang.

“Tahun ini kita mulai dengan penataan akses jalan Tlahab Lor – Siwarak yang melintasi Gua Lawa. Nanti Gua Lawa mulai kita tata seperti gua di Guilin, Cina Selatan. Jangan hanya kelas nasional, tapi nanti berkelas dunia, atau minimal berkelas Asia,” kata Bupati Tasdi saat melakukan survey dan peninjauan lokasi pengembangan kawasan wisata Gua Lawa.

Rencana realisasi pengembangan destinasi wisata Gua Lawa ini, menindaklanjuti dilakukannya kunjungan kerja pemkab Purbalingga ke Cina terkait rencana pengembangan gua itu. Termasuk DED (Detail Engineering Design) yang sudah dibuat pada 2016 lalu. Untuk merealisasikan rencana itu, pemkab Purbalingga menunjuk arsitek pariwisata Drs Hartono yang juga Direktur PD Owabong, Purbalingga.

Pengembangan potensi pariwisata ini, menjadi salah satu cara bagaimana menangkap peluang dibangunnya Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Menurut Bupati, saat ini baru ada 1,5 juta wisatawan masuk Purbalingga. Diharapkan, adanya pengembangan pariwisata secara menyeluruh mampu meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Purbalingga menjadi 100 persen, bahkan bukan tidak mungkin meningkat sampai 500 persen.

“Mulai sekarang, para kepala desa dan masyarakat sekitar destinasi wisata harus mengembangkan perilaku yang mendukung Sapta Pesona. Sehingga wisatawan betah berkunjung dan tinggal di Purbalingga,” pintanya.

Direktur Perusda Owabong, Hartono yang mendampingi pemantauan menuturkan, Gua Lawa akan dikembangkan menjadi wisata Gua terpadu di Asia. Potensi keindahan pepohonan di luar Gua dan keindahan Gua lawa dibagian dalam akan dimaksimalkan menjadi pembeda destinasi yang ada di Jawa Tengah.

“Kita punya kekuatan di atas gua menjadi potensi resor pohon, restoran pohon, camping ground pohon dan permainan petualangan di atas pohon,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Hartono, nantinya Gua Lawa juga akan dilengkapi dengan wahana sky rumput yang baru ada Thaiwan. Dementara, di dalam gua, kata Hartono merupakan gua mitologi yang paling kuat. Di dalam Gua Lawa banyak cerita, kajian ilmiah dan berbagai ritual yang bisa menjadi penguat destinasi.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   :