Konsumsi Sabu Pakai Botol Susu, Empat Pelaku Dibekuk


Jajaran Sat Narkoba Polres Temanggung berhasil mengungkap modus baru penyalahgunaan narkoba, yakni penggunaan botol susu ( dot) bayi sebagai bong sabu. Foto: Widiyas Cahyono

TEMANGGUNG, WAWASANCO- Jajaran Sat Narkoba Polres Temanggung berhasil mengamankan empat tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu dari dua kasus yang ditangani selama pelaksanaan operasi “Antik” 2019.

“Selain berhasil mengamankan empat tersangka dari dua kasus selama pelaksanaan Operasi “Antik” 2019, petugas Sat Narkoba Polres Temanggung juga menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat gram 3,04 gram,” kata Kasat Narkoba, AKP Sri Haryono, Kamis ( 22/8).

 Sri Haryono mengatakan, empat tersangka dari dua kasus yang berhasil diungkap tersebut yakni, Novi Solivin (31), warga Kampung Kliwonan, Kelurahan Manding, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, Erna  Erawati (32)  warga Lingkungan  Ngemplak Rt.08 Rt.01 Desa/Kecamatan. Bawen Kabupaten Semarang. Kemudian, Aprisal Aji Santoso, (30) pendudukn Perum Sukosari Kelurahan  Kebonsari, Kecamatan/Kabupaten Temanggung dan Angga Prima (26) warga Dusun Sawahan, Desa Mojotengah ,Kecamatan Kedu.  Kabupaten Temanggung.

Menariknya, dari dua kasus yang  berhasil diungkap tersebut,  dari salah satu tersangka, yakni  Novi Solivin (31), warga Kampung Kliwonan, Kelurahan Manding, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, petugas menyita dua buah botol susu bayi (dot).

Dot susu tersebut digunakan oleh tersangka  sebagai alat pembakar ( bong) sabu-sabu.

“Ini merupakan modus baru  penggunaan dot susu bayi untuk digunakan sebagai bong sabu-sabu,” kata Sri Haryono didampingi Kasubag Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti Lestariningsih.

Ia menambahkan, kedua dot susu bayi tersebut diletakkan oleh tersangka di lengan kanan jaket yang dipakainya. Dan, di dalam dot tersebut berisi satu bungkus plastik klip sabu  yang dibungkus plastik warna biru  dengan berat kotor 0,47 gram dan satu buah pipet kaca.

Dari pengakuan tersangka, Novi Solivin, narkotika jenis sabu tersebut  dibeli dari temannya bernama Icuk yang saat ini masih menjadi buronan polisi.

 Dari hasil pengakuan tersangka Novi,  petugas kemudian menangkap  Erna Erawati yang diduga sebagai  perantara sabu dari Icuk ke Novi.

Di rumah kos Erna Erawati yang ada di Lingkungan  Ngemplak Desa/Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, petugas menemukan barang bukti lainnya. Yakni, dompet kecil warna putih berisi dua bungkus plastik klip sabu  dengan berat kotor 0,92 gram dan 0,72 gram serta dua pak plastik klip kosong.

“Selain itu, juga menemukan satu buah timbangan digital, tekepon pintar. Sementara di belakang pintu kamar  juga ditemukan satu buah alat hisap yang terbuat dari botol dot yang diakui  milik tersangka Novi Solivin,’ ujarnya.

 Sementara itu, tersangka Novi Solivin mengaku dirinya sebenarnya sudah dua tahun lebih  tidak lagi mengonsumsi sabu, dan dalam tiga  bulan terakhir, dirinya kembali ingin menggunakan barang haram tersebut yang digunakan untuk stamina tubuhnya.

“ Saya sudah dua tahun tidak mengonsumsi sabu. Dan baru, sekitar tiga bulan terakhir kembali ingin mengonsumsi sebagai daya tahan tubuh,”  ujar tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayuran ini.

Ia menambahkan, ide menggunakan dot susu bayi untuk dijadikan bong, untuk memudahkan dibawa ke mana-mana.

Penulis : widias
Editor   : jks