Warga menggeruduk kantor kecamatan bersamaan kedatangan Bupati Hj Idza Priyanti SE MH untuk menolak pembangunan Waduk Bantarkawung, Sabtu (8/12). Foto. Eko Saputro
BREBES, WAWASANCO- Kurang lebih 750 warga dari beberapa desa menggruduk Kantor Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu (8/12). Kedatangan massa tersebut, mendesak kepada Bupati Hj Idza Priyanti SE MH agar membatalkan rencana dibangunnya waduk di wilayah Kecamatan Bantarkawung.
Selain orasi, berbagai spanduk dan poster juga dibentangkan massa di depan kantor kecamatan yang dijaga jajaran anggota Kodim 0713/Brebes dan Polres Brebes serta Satpol PP.Massa yang menggelar aksi demo ini, berasal dari Desa Bangbayang, Bantarkawung, Pangebatan.
Di sela-sela demo, Bupati Idza Priyanti dengan didampingi Forkompincam menerima perwakilan aksi di pendopo Kecamatan Bantarkawung.
Koordinator.lapangan (Korlap) Aksi, Arif Awalludin dalam audensinya menyampaikan penolakan rencana pembangunan Waduk Bantarkawung/Bangbayang yang akan menenggelamkan desa."Kami masyarakat masih resah dengan adanya pernyataan bupati yang menyatakan akan membangun Waduk Bantarkawung. Kami meminta kepada bupati untuk menandatangani suray pernyataan tidak menyetujui rencana pembangunan waduk. Sehingga, masyarakat dapat tenang mengenai kejelasan yang pasti tentang pembangunan waduk tersebut," tegas Arif.
Sementara, Bupati Idza Priyanti saat menyampaikan dihadapan perwakilan warga mengemukakan, pembangunan waduk bukan di Bantarkawung dan Bangbayang, tapi di Desa Sindangwangi."Jadi supaya dipahami dan dimengerti oleh semua masyarakat Kecamatan Bantarkawung kalau rencana pembangunan waduk di Desa Sindangwangi," tegas Bupati.
Bupati menambahkan, pihaknya menerima semua masukan dan usulan dari perwakilan masyarakat Kecamatan Bantarkawung, dan surat pernyataan dari masyarakat Bantarkawung akan dipelajari dan nanti akan disampaikan ke Gubernur Jateng," terangnya..
Koordinator aksi lainnya, Asep Aonilah dihadapan massa menjelaskan, pihaknya akan terus mengawal perjuangan ini."Perjuangan belum selesai karena bupati masih akan merapatkan kembali dengan OPD dan melaporkan ke Gubernur Jateng. Kami harap semua bisa tenang dan percayakan pada kami untuk tetap mengawal dan memperjuangkannya," imbuh Asep.
Asep menandaskan, pihaknya akan menunggu hasil rapat bupati dengan gubernur."Mudah mudahan bisa berhasil, bila perlu kita akan melaksanakan audensi dengan Bapak Gubernur Jateng," tukas Asep.
Usai menyampaikan aspirasinya, warga membubarkan diri dengan tertib untuk kembali pulang ke rumah masing-masing
Penulis : ero
Editor : jks