Semarang, Wawasan.co — Ancaman peredaran gelap narkotika melalui jalur laut kian menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah atau BNNP Jateng memperkuat barisan dengan menggandeng Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang untuk menutup celah masuk jaringan narkotika yang memanfaatkan wilayah perairan sebagai jalur distribusi.
Langkah ini mengemuka dalam audiensi antara Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H., dan Komandan Lanal Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto, S.H., M.Sc., di Kantor BNNP Jawa Tengah, Jum’at (10/4). Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan konsolidasi kekuatan menghadapi pola peredaran narkotika yang kian adaptif dan lintas wilayah.
Jajaran Pejabat Utama BNNP Jawa Tengah turut hadir dalam pertemuan yang menitikberatkan pada penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya dalam aspek deteksi dini, patroli terpadu, serta pertukaran informasi intelijen.
Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, menegaskan bahwa jalur laut saat ini menjadi salah satu titik rawan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurut dia, sindikat narkotika terus mencari celah, termasuk memanfaatkan luasnya wilayah perairan Indonesia. “Kita harus jujur melihat bahwa jalur laut memiliki kerentanan yang tinggi jika tidak diawasi secara optimal. Sindikat narkotika bekerja dengan pola yang semakin canggih, terorganisir, dan lintas negara. Mereka memanfaatkan celah-celah pengawasan, termasuk wilayah perairan yang luas. Oleh karena itu, penguatan sinergi dengan TNI Angkatan Laut bukan hanya penting, tetapi menjadi kebutuhan strategis,” ujar Toton.
Ia menambahkan, BNNP Jawa Tengah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas peredaran narkotika. Kolaborasi antarinstansi, kata dia, menjadi kunci utama dalam membangun sistem pengawasan yang solid dan berlapis. “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada ruang aman bagi jaringan narkotika di Jawa Tengah. Sinergitas ini bukan sekadar formalitas, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata—mulai dari pertukaran data intelijen, patroli bersama, hingga operasi terpadu. Dengan dukungan TNI AL, khususnya Lanal Semarang, kami optimistis mampu mempersempit ruang gerak sindikat dan meningkatkan efektivitas penindakan maupun pencegahan,” katanya.
Toton juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu antara upaya penegakan hukum dan pencegahan berbasis masyarakat. “Perang melawan narkoba tidak hanya soal penindakan, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat. Kami terus mendorong keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat. Sinergi dengan Lanal Semarang ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mewujudkan Jawa Tengah Bersinar—bersih dari narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Lanal Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika, khususnya di wilayah perairan yang menjadi tanggung jawabnya. “Kami memandang ancaman narkotika sebagai ancaman nyata terhadap kedaulatan dan masa depan bangsa. Jalur laut kerap dimanfaatkan oleh jaringan internasional karena dianggap memiliki celah pengawasan. Oleh karena itu, TNI Angkatan Laut memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa wilayah perairan tidak menjadi pintu masuk bagi peredaran narkoba,” kata Sabprowanto.
Ia menegaskan bahwa Lanal Semarang siap meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan, serta memperkuat koordinasi dengan BNNP Jawa Tengah dalam pertukaran informasi strategis. “Kami siap bersinergi secara konkret, tidak hanya dalam tataran koordinasi, tetapi juga dalam pelaksanaan operasi di lapangan. Penguatan patroli laut, deteksi dini, serta pertukaran informasi intelijen akan kami optimalkan. Kami ingin memastikan bahwa setiap potensi ancaman dapat diantisipasi sedini mungkin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sabprowanto menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi jaringan narkotika yang semakin kompleks. “Tidak ada institusi yang bisa bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman ini. Kolaborasi adalah kekuatan utama. Dengan sinergi antara BNN dan TNI AL, kami berharap upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pertemuan ini tidak berhenti pada kesepahaman normatif, tetapi mengarah pada komitmen konkret untuk memperkuat koordinasi operasional secara berkelanjutan. Kedua institusi sepakat membangun mekanisme kerja yang lebih terintegrasi, mulai dari penguatan pertukaran data dan informasi intelijen secara real time, pelaksanaan patroli dan operasi terpadu, hingga peningkatan pengawasan intensif di wilayah-wilayah strategis yang rawan menjadi jalur peredaran narkotika.
BNNP Jawa Tengah dan Lanal Semarang menilai bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan secara sektoral. Ancaman yang bersifat lintas wilayah dan terorganisir menuntut pendekatan kolektif dengan mengoptimalkan kekuatan darat dan laut secara simultan. Sinergi ini diharapkan mampu menutup celah yang selama ini dimanfaatkan sindikat, sekaligus menghadirkan sistem respons cepat dalam mendeteksi dan menindak setiap potensi peredaran gelap narkotika.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat efektivitas penindakan, tetapi juga meningkatkan upaya pencegahan melalui kehadiran negara yang semakin nyata di tengah masyarakat. Dengan koordinasi yang solid dan pengawasan yang semakin ketat, ruang gerak jaringan narkotika diharapkan kian menyempit, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dan mewujudkan Jawa Tengah yang bersih dari narkoba.
Penulis : holy
Editor : Daniel