Lutfi ketika mengikuti Winter English Camp di Taiwan. (Foto :Dok)
PURWOKERTO, WAWASANCO- Berkeliling dunia merupakan impian sebagian besar orang. Apalagi bagi mereka yang memiliki kemampuan Bahasa asing mumpuni. Hal ini pula yang menjadi impian Mutohar Lutfi, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris semester 2, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, anak pasangan Imron Ruslani dan Siti Alfiatun ini. Terlahir dan besar di kota Banyumas yang memiliki budaya asli nan unik terbukti tidak menghalangi cita-cita dan kemampuan Lutfi, begitu ia dipanggil, untuk berkeliling dunia.
Stigma masyarakat umum tentang orang Banyumas yang berbahasa ngapak mampu ia patahkan dengan kemahirannya dalam berbahasa Inggris dan pengalamannya berkeliling benua Asia. Tentu sebuah pengalaman yang luar biasa dan membanggakan.
Cita-cita untuk berkeliling dunia bermula dari pengalaman Lutfi bertemu dengan beberapa turis dari Korea Selatan yang berkunjung ke desanya, Para turis itu mengenalkan budaya dan bahasa mereka menggunakan bahasa inggris. Ia yang tidak mengerti bahasa Inggris merasa kagum dengan kemampuan para turis tersebut. Hingga akhirnya, kekaguman itu memotivasi dirinya untuk mempelajari dan menguasai bahasa Inggris agar bisa berkeliling dunia dan melakukan hal yang bermanfaat bagi banyak orang. Impian itu ia tanamkan betul pada dirinya sejak kecil. Sebuah impian besar yang sangat jarang dimiliki oleh anak-anak seusianya waktu itu.
Berbekal motivasi dan kepercayaan diri yang tinggi serta dukungan dari orang tua, Lutfi terus berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Tidak hanya mengejar nilai terbaik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, ia juga aktif mengikuti berbagai kompetitisi bahasa Inggris, Bahkan, ia seringkali bepergian ke tempat-tempat wisata untuk sekedar ingin bertemu dan berinteraksi dengan turis asing. Semua itu ia lakukan demi meningkatkan dan mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya serta demi mewujudkan cita-citanya untuk keliling dunia.
Hal lain yang Lutfi lakukan adalah selalu menuliskan impiannya, termasuk impiannya untuk pergi ke luar negeri, mempunyai relasi dari berbagai negara dan melakukan kegiatan bermanfaat. Sempat putus asa dan hilang harapan bahkan ditertawakan, Lutfi tetap yakin bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Hingga pada saat setelah ia lulus dari SMA, ia mengikuti kegiatan sebagai sukarelawan di Asian Paragames 2018 di Jakarta. Dari situlah, Lutfi mulai memiliki banyak relasi yang membawanya bisa pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya, yaitu ke kota Chengdu, di salah satu provinsi di barat daya Republik Rakyat Tiongkok. Di kota itu, Lutfi tidak hanya melakukan wisata, namun juga melakukan kegiatan bermanfaat, yaitu menyemangati penyandang disabilitas.
Bulan Pebruari 2020 lalu, Lutfi baru saja menyelesaikan kegiatan keliling dunianya. Tepatnya pertengahan bulan Januari hingga pertengahan bulan Pebruari, ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi duta salah satu projek dari 17 pembangunan berkelanjutan yaitu kualitas pendidikan. Program ini diprakarsai oleh AIESEC, sebuah organisasi internasional nirlaba terbesar di dunia yang berpusat di Canada untuk para pemuda yang ingin mengembangkan potensi kepemimpinan mereka dengan menjadi duta di luar negeri untuk menjalankan projek-projek sosial.
Dalam program tersebut, Lutfi mendapatkan tugas untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris pada anak-anak di kota New Taipei melalui kegiatan Winter English Camp. Di sana, ia berpartner dengan berbagai relawan dari Australia, Yunani, Taiwan, Italia dan Belanda. Bersama- sama mereka membantu anak-anak di kota New Taipei untuk lebih semangat belajar bahasa InggriS “Tidak ada yang tidak mungkin”, katanya tentang impian keliling dunia.
“Saya sangat menyukai Bahasa Inggris dan dengannya berusaha menggapai impian untuk menjelajahi dunia. Tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi melakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain. Dan saya sangat bersyukur telah bisa menggapainya. Bahkan, akan terus menggapai hingga semakin banyak hal baik yang saya lakukan”, katanya dengan penuh keyakinan.
Ia juga yakin bahwa dengan belajar di Program Studi Sastra Inggris, UMP, kemampuan Bahasa Inggrisnya akan terus terasah dan kesempatan untuk keliling dunia semakin terbuka leba
Penulis : rls
Editor : jks