FSM UKSW Membuat Hand Sanitizer Standard SNI


Dra Hartati Soetjipto MSc, salah seorang dosen Program studi Kimia FSM UKSW saat mendampingi dua mahasiswanya membuat hand sanitizer di laboratorium UKSW, beberapa waktu lalu. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Masih tingginya kebutuhan akan hand sanitizer ditengah pandemi virus corona, melatarbelakangi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) untuk membuat hand sanitizer. 

Berbahan baku alkohol, gliserol, vitamin E, lidah buaya dan minyak atsiri, hand sanitizer ini dibuat Dra Hartati Soetjipto MSc, salah seorang dosen Program studi Kimia FSM UKSW dan diberi nama Aloris.

"Selain alkohol, kami menggunakan vitamin E karena vitamin ini bagus untuk kulit. Jika alkohol dipakai beberapa kali, bisa jadi kulit akan kering," ujar Dra Hartati Soetjipto MSc, beberapa waktu lalu.

Sehingga ungkapnya, dengan memakai vitamin E supaya kelembaban kulit tetap terjaga, tetap lembut. "Selain itu kami memakai minyak atsiri untuk memperkuat anti mikroba sekaligus untuk aromanya," terangnya.

Ditemui disela pembuatan hand sanitizer di laboratorium kimia, Dra Hartati Soetjipto MSc mengungkapkan pembuatan hand sanitizer ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademika UKSW. "Sementara ini, kami membuat hand sanitizer untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademika terlebih dahulu," tandasnya.
Dengan pembuatan hand sanitizer ini diharapkan dapat menolong sivitas khususnya untuk terhindar dari virus corona.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat terus menjaga kebersihan diri,  kesadaran masyarakat untuk hidup sehat saat ini meningkat dengan cuci tangan dan atau memakai hand sanitizer. "Ketika pandemi ini sudah selesai,  semoga kesadaran ini terus ada," imbuhnya.

Dalam pembuatan hand sanitizer, dilakukan secara bertahap. Dan untuk menjamin kualitasnya, hand sanitizer ini sudah di uji mikroba dan sudah memenuhi standard SNI. Ditambahkannya, hand sanitizer dibuat dalam dua kemasan yaitu 1 liter dan juga 60 mili liter. "Kendala kami sejauh ini dalam bahan baku karena ada beberapa yang sudah mulai langka," imbuhnya.

Hartati berharap, kelangkaan bahan baku tidak terjadi lagi sehingga pembuatan hand sanitizer bisa berjalan terus. Penelitian dan pembuatan hand sanitizer sebelumnya sudah dilakukan Hartati sebelum pandemi ini. Penelitian tentang minyak dan minyak atsiri yang dilakukannya, khususnya kimia kosmetik menghasilkan produk salah satunya adalah hand sanitizer.

Penulis : ern
Editor   : jks