Secara simbolis didampingi Wawali Hevearita G Rahayu, Walikota Hendrar Prihadi mengoperasikan alat berat menandai dimulainya pembangunan Pasar Johar baru yang akan dilakukan dalam beberapa tahun mendatang. Foto: Nurul Wakhid
SEMARANG - Pemkot Semarang resmi melakukan pembangunan kembali bangunan Pasar Johar mulai tahun ini. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di sela peletakan batu pertama pembangunan Pasar Johar baru di lokasi bekas Pasar Kanjengan blok C dan D, Jumat (20/10).
Menurutnya, pembangunan tahap pertama ini akan selesai pada akhir Desember 2017. “Pembangunan Johar baru tahap pertama ini seluas 50 x 50 m2 dengan biaya Rp93 miliar dari Kementerian Perdagangan,” terangnya.
Dijelaskan, setelah selesai Desember akan dilanjutkan pembangunan tahap berikutnya di tahun 2018 dengan dana APBD Kota Rp50 miliar untuk membuat alun-alun. Sedangkan anggaran sebesar Rp 240 miliar dari Kementerian PUPR akan digunakan untuk melanjutkan pekerjaan pada bangunan cagar budaya Pasar Johar.
Dana dari APBD, imbuhnya, akan digunkan untuk perkuatan kontruksi bangunan cagar budaya. Dengan demikian, skema pembangunan untuk tahun depan berasal dari anggaran Kementerian PUPR yang juga difokuskan untuk melanjutkan sehingga bangunan cagar budaya kembali seperti semula.
“Pembangunan ini memang kroyokan dengan dana dari pemerintah pusat dan pemerintah kota. Sementara dari Pemerintah Provinsi Jateng saya yakin akan dikucurkan untuk melengkapi membangun Pasar Johar ini,” tukasnya.
Ditambahkannya, tahap pertama ini akan mengerjakan pembangunan di bekas Pasar Kanjengan dan di bangunan cagar budaya Johar yang terbakar dari dana APBD Kota. Berikutnya penyelesaian bangunan cagar budaya dengan dana Kementerian PUPR.
Dana dari APBD, lanjutnya, juga akan digunakan untuk membuat alun-alun Pasar Johar baru tahap pertama. Rencananya, alun-alun ini akan diselesaikan di tahun 2019. “Jadi di tahun 2019 akhir targetnya bangunan cagar budaya yang terbakar kembali seperti semula, dan lingkungan di sekitar sudah berubah. Alun-alunnya bertambah bagus, di bawahnya dipakai untuk pedagang Pasar Yaik, dan Pasar Kanjengan dibangun lebih baik lagi,” tandasnya.
Kontraktor pelaksana pembangunan Pasar Johar baru tahap pertama, PT Sinar Cerah Sempurna (SCS) mengklaim memiliki strategi agar pekerjaan selesai tepat waktu akhir Desember. Sebab sesuai jadwal waktu pekerjaan sangat mepet hanya 60 hari kalender.
Di sisi lain, Direktur PT SCS sebagai kontraktor pelaksana Suharto mengatakan, dengan waktu kontrak hanya dua bulan, pihaknya akan bekerja untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Johar dengan penambahan waktu. Salah satunya dengan kerja lembur pemberlakuan sistem shift hingga malam.
“Kita tentunya akan bekerja dengan penambahan waktu yaitu pemberlakuan sistem shift. Biasanya bekerja sampai jam 17.00 nanti sampai jam 22.00. Misalkan jam 22.00 tidak selesai, ya ditambah shift lagi, nanti dilihat kondisi lapangan,” tuturnya.
Selain itu pihaknya juga berkomitmen menambah jumlah pekerja lapangan usai alat berat bekerja membersihkan lapangan. Penambahan dilakukan jika pekerjaan pondasi sudah selesai, baru untuk pekerjaan ke atasnya yaitu pembuatan lapak dan struktur, nanti akan merekrut tenaga kerja sekitar 300 orang.
Di tahap pertama ini, Suharto menuturkan pihaknya harus menyelesaikan pembangunan pondasi dengan bor pile, pekerjaan struktur sampai dengan lantai 4, serta pembangunan kios dan lapak di lantai 1 dan 2. Luas bangunan yang dikerjakan seluruhnya 50 x 50 meter persegi.
“Lantai 1 ada 50 kios dan 105 lapak, lantai 2 ada 24 kios dan 100 lapak. Jadi yang diharapkan tahun ini selesai itu hanya sampai dengan lantai 2. Untuk pekerjaan sampai lantai 4 hanya strukturnya saja,” katanya.
Ditegaskan, pihaknya siap menyelesaikan pembangunan Pasar Johar sesuai regulasi dan aturan yang berlaku. Bahkan siap apapun konsekuensi pelaksanaan pembangunan ini.
Penulis :
Editor :