Pesta Miras di Malam Lebaran, Dua Remaja Meninggal


Kapolres Purbalingga AKBP M Syafii Maulla menunjukkan ratusan botol miras yang disita dalam Operasi Cipta Kondisi selama Bulan Ramadhan. Sementara dua remaja di Kecamata Rembang meninggal karena pesta miras oplosan.(Foto: Dok)

PURBALINGGA, WAWASANCO-  Tujuh remaja di Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang Purbalingga melakukan pestas minuman keras (miras) oplosan. Akibatnya dua orang diantara mereka, masing-masing berinisial SH (18) dan Fr (18) meninggal. Perbuatan tersebut mereka lakukan di tepi jalan raya di malam lebaran  Sabtu (23/5) lalu.

Kapolres Purbalingga AKBP Muchammad Syafi'Maulla, Selasa (26/5) menjelaskan, pesta miras oplosan tersebut dilakukan oleh tujuh remaja di tepi ruas jalan Ragabangsa Bantarbarang-Klapa Desa Bantarbarang sekitar pukul 21.00 - 23.30 WIB. “Peristiwa itu baru dilaporkan ke polisi pada Senin (25/5) malam oleh perangkat desa setempat, Risbianto,” jelasnya.

Sebelumnya sekitar  pukul 19.00, SH dan Fr  pergi ke daerah Kejobong untuk membeli miras 10 botol jenis Vodka dan 10 botol minuman berenergi. Selesai membeli kemudian keduanya mengajak lima temannya untuk minum. Mereka yaitu MB (17), RD (16) dan Agus (18) serta dua lainnya yang belum diketahui namanya."Salah satu korban sempat menambahkan satu dus obat batuk sachet pada minuman itu. Korban SH dan Fr yang meminumnya, sedangkan lima rekannya tidak minum minuman campuran itu," kata Kapolres.

Pesta miras itu berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Selesai minum semua anak tersebut pergi ke Mushola Al Ikhlas untuk melaksanakan giat takbiran hingga pukul 04.00 WIB.

Pada Minggu (26/5) petang, sekitar pukul 19.00 WIB, SH mengalami kejang dan dari mulutnya keluar busa. Korban kemudian dibawa ke RSUD dr R Goetheng Tarunadibrata Purbalingga oleh, ketua RT setempat, Subuh."Namun tak lama sampai di rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Korban meninggal sekitar pukul 22.00 WIB," katanya.

Sehari berselang, pada Senin (25/5) sekitar pukul 10.00 WIB, Fr juga mengalami gejala seperti korban MD pertama. Dia kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr R Goetheng Tarunadibrata Purbalingga oleh pihak keluarganya. Nahas, beberapa jam kemudian, sekitar pukul 19.45 WIB, Fr menghembuskan nafas terakhir. “Polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan kasus ini,” imbuh Kapolres.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt