Petugas kepolisian, TNI dan Dinkeas Semarang melakukan pemantauan dan Rapid Tes di sejumlah Mall di Semarang. (Foto ;ist)
SEMARANG, WAWASANCO- Pemkot Semarang mengintensifkan pelaksanaan Rapid Tes di sejumlah area publik. Diantaranya di mall dan swalayan. Langkah itu dilakukan dalam rangka persiapan menuju penerapan New Normal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr. Abdul Hakam mengatakan, keamanan tempat publik dari Covid -19 menjadi tolak ukur penerapan New Normal. Oleh karenanya, pemeriksaan rapid test di tempat publik digalakan untuk memastikan protokoler kesehatan dilaksanakan secara disiplin.
"Kami sudah mengelar rapid test di tiga mall, untuk diparagon hasil swabnya negatif semua. Di ADA Swalayan rapid testnya semua negatif, sementara tadi baru kami gelar di Java Mall," ujarnya, Rabu (27/5)
Dijelaskan, 5000 rapid test dan tiga rumah sakit rujukan swab telah disiapkan untuk mengecek keamanan warga Semarang dari Covid -19.
Abdul Hakam mengatakan, keamanan tempat publik dari Covid -19 menjadi tolak ukur penerapan New Normal. Oleh karenanya, pemeriksaan rapid test di tempat publik digalakan untuk memastikan protokoler kesehatan dilaksanakan secara disiplin.
Dijelaskan Dr. Hakam, dari hasil rapid tes akan dilakukan uji swab. Jika terdapat yang menunjukan positif Covid -19, tempat keramaian tersebut akan ditutup."Jika dari rapid test hasil swabnya positif Covid -19, tempat keramaian tersebut akan kami tutup dan dilakukan tracking," imbuhnya.
Diterangkan, tempat keramaian yang tidak menerapkan protokoler kesehatan secara disiplin menjadi prioritas pemeriksaan rapid test. Kedepannya, semua tempat kemaraian diupayakan untuk digelar rapid test. "Kami pastikan dulu semua tempat keramaian aman dari Covid -19 sebelum New Normal diterapkan," jelasnya.
Penulis : -
Editor : jks