Tebu Rakyat Habis, PG Blora Hentikan Produksi


Pascaberhenti giling tebu rakyat PG Blora di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, dilanjutkan perawatan perlatan, antara lain pada unit pengolah gula. Wahono

BLORA – Musim panen tebu petani untuk musim giling (MG) 2017  sudah berakhir. Pabrik gula (PG) Blora milik PT Gendhis Multi Manis (GMM Bulog) di kompleks Bentolo, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, kini telah menghentikan kegiatan giling tebu rakyat.

“Sudah stop giling beberapa waktu lalu, sekarang saatnya maintenance mesin PG,” jelas Direktur Opersional (Dirops) PT GMM Saldi Aldryn, Rabu (1/11/2017).

Dalam musim giling 2017 ini, lanjutnya, GMM Bulog mencatat prestasi bagus. Selain rendemen terbaik di antara PG di Jateng dengan kisaran 7,7 hingga 7,8 persen, PG pelat merah itu berhasil menggiling lebih dari 420.000 ton tebu rakyat. Selain itu, PG yang memulai giling perdana pada 1 Mei 2017 itu, berhasil memproduksi gula putih, bersih, segar sekitar 32.500 ton yang siap untuk dipasarkan pihak Bulog.

Menurut Saldi, stop giling tebu harus dilakukan manajemen GMM Bulog, karena tebu petani di Blora, dan daerah sekitarnya seperti Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Sragen, Madiun (Jatim) sudah habis digiling.

Meski stop giling, lanjutnya, semua karyawan masih tetap masuk kerja. Sementara kegiatan yang sedang dilakukan adalah pemeliharaan peralatan secara keseluruhan, mulai unit-unit vital penggilingan, unit boiler (instalasi ketel uap), hingga perangkat unit pengolah gula.

Lancar

Menurut Saldi, kualitas tebu petani Blora yang manis, bersih, segar (MBS), ditunjang dengan teknologi mesin PG Blora yang modern, sehingga rendemennya paling tinggi dibanding PG lain di Jateng. .

Sejauh ini proses giling tebu rakyat di PG itu berjalan lancar. Tercatat sejak giling perdana pada Senin (1/5) lalu, sedikitnya 68.700 truk tebu masuk ke PG milik PT Gendhis Multi Manis-Bulog itu.

 “Alhamdulillah giling lancar, tidak ada kendala mesin,” jelas Dirops PT GMM Bulog Saldi Aldryn.

Selama ini meski PG Blora memiliki kemampuan giling 6.000 Tcd (6.000 ton) tebu perharinya, namun pihaknya merealisasi giling sekitar 4.000 hingga 4.300 ton tebu perharinya, yakni dengan tetap mengedepankan program tebu fotlot (tebu bersih). “Program tebu foltot berjalan baik, kedapan program ini akan terus kai jaga,” jelas Saldi.

 

Penulis :
Editor   :