Balon Bupati Ditolak Masuk Unsoed


Mahasiswa memasang spanduk penolakan terhadap acara seminar yang menghadirkan tiga bakal calon bupati di Aula FISIP Unsoed, Selasa (7/11). (Foto : Hermiana E Effendi)

PURWOKERTO – Acara seminar mencari pemimpin Banyumas yang digelar di aula FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unseod) sempat mendapat penolakan dari mahasiswa. Mereka memasang spanduk penolakan yang bertuliskan ?Mahasiswa FISIP Menolak Politisi Masuk Kampus?. Spanduk tersebut terpasang di depan aula tempat seminar berlangsung.

Presiden BEM FISIP, Amir Lutfi Ramdhani mengatakan, keluarga besar mahasiswa FISIP sepakat menolak politisi masuk kampus, terlebih lagi yang bersangkutan merupakan bakal calon bupati. Penolakan ini demi menjaga independensi kampus sebagai institusi pendidikan.

?Kita sepakat menolak segala bentuk infiltrasi praktik politik praktis masuk ke kampus, terlebih ini adalah para bakal calon bupati, sementara Pilkada Banyumas sebentar lagi digelar. Sehingga independensi Unsoed sebagai insitusi pendidikan akan dipertanyakan banyak pihak,? jelasnya.

Mahasiswa menduga, acara seminar merupakan bentuk kampanye terselubung bagi calon tertentu yang berpotensi mendulang suara dari kampus Unsoed. Mahasiswa juga menyesalkan pihak kampus yang justru menyediakan panggung bagi para politisi tersebut.

 Selain memasang spanduk penolakan, para mahasiswa juga memboikot dengan tidak hadir dalam acara seminar yang diinisiasi oleh Laboratorium Jurusan Sosiologi Unsoed tersebut. Hanya saja, tidak terlihat adanya aksi yang melibatkan massa ataupun orasi di sekitar lokasi seminar.

 Meskipun ada penolakan, namun acara seminar tetap berjalan lancar. Tiga balon bupati hadir yaitu petahana Achmad Husein, Toto Dirganto dan Ifan Haryanto. Diskusi dipandu oleh dosen Sosiologi, Tri Wuryaningsih dan menghadirkan dua pengamat yaitu Luthfi Makhasin dan Setiyadi.

 

Penulis :
Editor   :