Dua Desa di Jepara Masih Krisis Air Bersih


JEPARA- Sampai menjelang pertengahan November ini, di Kabupaten Jepara masih terdapat dua desa yang mengalami krisis air bersih. Dua desa yang masih mengalami krisis air bersih tersebut adalah Desa Kedung Malang (Kedung) dan Desa Raguklampitan (Batealit). Di dua desa ini, droping air masih dilakukan untuk membantu masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jepara, Lulus Suprayitno menyatakan langkah memberi bantuan sejauh ini memang masih dilakukan. Untuk dua desa tersebut, masih mendapatkan jatah droping sebanyak dua kali dalam seminggu. Namun demikian, droping ini hanya sampai akhir bulan November ini. Diperkirakan curah hujan sudah akan semakin banyak sehingga ketersediaan air bersih sudah ada.

Selain itu, Lulus Suprayitno juga menegaskan, Pemkab Jepara dalam hal ini tidak bisa terus-terusan mengandalkan droping air dalam mengatasi persoalan ini. Rencananya aka nada upaya untuk bisa memutus siklus bencana tahunan ini dengan bekerjasama dengan beberapa pihak. Membuat sumur adalah beberapa solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

"Ibaratnya, kita tak bisa terus-terusan memberikan ikan. Kita mengajukan beberapa bantuan pembuatan sumur kepada beberapa pihak. Selain itu, untuk Kedung, kami juga akan menerapkan panen air hujan sebagai pemenuhan kebutuhan non konsumsi," ujar Lulus Suprayitno, Rabu (8/11). 

Informasi yang dikumpulkan MuriaNewsCom, hari ini ada sebanyak 21 depo air pegunungan Muria yang disegel oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Hal itu karena, dianggap depo air swasta mengeksploitasi air pegunungan untuk keperluan bisnis. Adapun lokasi penyegelan depo air minum berada di Kecamatan Dawe dan Kecamatan Gebog-Kabupaten Kudus. 

Sementara itu terkait dengan adanya penyegelan sejumlah depo air di Seputar Gunung Muria Kudus, dipastikan tidak mempengaruhi kegiatan droping air di Kabupaten Jepara. Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di BPBD Jepara, Jamaludin mengakui untuk droping air bersih, sebagian memang diambilkan dari wilayah Kudus. Namun dalam hal ini pihaknya tidak bisa memastikan apakah depo air yang selama ini melayani droping air di Jepara bermasalah apa tidak.

 “Kami tidak tau persis soal itu (penyegelan depo-red). Namun yang jelas sampai saat ini tidak ada masalah terhadap kegiatan droping air bersih kami,” ujar Jamaludin, Rabu (8/11).  

 

Penulis :
Editor   :