Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memukul gong saat membuka Kemah Bakti Budaya Pelajar Tahun 2017. Foto: Hadi Waluyo.
KAJEN - Guna menggelorakan pelajar agar mengenal dan mencintai budaya lokal di Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan menggelar Kemah Budaya Pelajar SMA dan SMK di Lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, baru-baru ini. Kegiatan ini juga untuk membangun watak generasi muda yang berkualitas dan kuat dengan menjunjung nilai-nilai kearifan lokal.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakkannya kegiatan Kemah Budaya Pelajar tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sangat bagus untuk nguri-nguri budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. ”Adik-adik SMA, SMK perlu tahu bahwa sekarang budaya kita ini banyak yang diambil oleh negara lain. Contohnya batik hampir diakui oleh negara Malaysia. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat tepat untuk menggelorakan kembali semangat untuk mencintai budaya kita sendiri,” kata bupati.
Ditandaskan, budaya yang ada harus dijaga bersama-sama agar tidak diambil oleh orang atau negara lain. “Untuk itu, ikhtiar untuk mempertahankan itu, bisa kita ciptakan melalui kegiatan kemah budaya pelajar ini,” tuturnya.
Bupati mengharapkan kegiatan serupa dapat terus-menerus ditingkatkan baik berupa kegiatan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, baik untuk siswa maupun dalam rangka untuk meningkatkan prestasi khususnya siswa-siswa SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan di tingkat Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, mengatakan, kegiatan Kemah Budaya Pelajar menerapkan metode pembelajaran multikultural yang berwawasan seni budaya, yang berorientasi pada proses, dikemas dalam suasana menyenangkan. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan konstribusi positif, membentuk suatu kecintaan pada generasi muda terhadap budayanya sendiri dan dari kecintaan budaya itu sendiri menjadi suatu cerminan perilaku atau tindakan dalam kehidupan sehari-harinya,” ujarnya.
Kemah Budaya Pelajar SMA dan SMK Tahun 2017 bertemakan 'Pendidikan Berbudaya Dalam Membangun Rasa Kebhinnekaan' ini mencakup kegiatan Guyub Rukun Wejang Budaya, Apresiasi Seni Pertunjukan, Pelatihan Seni Budaya (seni musik, seni rupa, seni tari dan seni sastra), Pergelaran Apresiasi Kreativitas Seni Budaya, dan Jelajah Potensi Lokal, serta Diskusi Budaya (MGMP Seni Budaya SMA dan SMK). Peserta kegiatan kemah budaya adalah pelajar SMA dan SMK dari masing-masing sekolah yang ditunjuk, diutamakan yang bertalenta serta berwawasan seni budaya. Masing-masing sekolah mengirimkan 5 siswa, terdiri dari 2 putra dan 3 putri atau sebaliknya serta didampingi guru pendamping. haw
Penulis :
Editor :