Bupati bersama jajaran DPUPR memantau pemangkasan pohon-pohon di pinggris jalan sebagai antisipasi terjadinya pohon tumbang. (Foto :Joko Santoso)
BANJARNEGARA- Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pemangkasan terhadap pohon pinisium yang berada di tepi jalan kota Banjarnegara.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi serta untuk mengurangi risiko tumbang atau patah ranting pohon yang bisa menimbulkan korban dan kerugian material lainnya.
“Kami sudah melakukan pemangkasan sejak bulan lalu, saat intensitas hujan mulai tinggi yang kadang kadang disertai angin ribut,” kata Kepala DPUPR Tatag Rochyadi, Senin (13/11).
Selain itu laporan warga yang berada tentang adanya pohon ditepi jalan yang berisiko tumbang juga diakomodasi dan ditindaklanjuti.
"Hampir semua pohon besar yang berada ditepi jalan memang sudah layak untuk dipangkas karena memang sudah terlalu rimbun dan rawan tumbang atau patah rantingnya,” lanjut Tatag.
Selain itu, pemangkasan pohon juga dilakukan untuk mengurangi beban karena sebagian besar pohon yang berada di tepi jalan raya sudah tinggi dan rindang. “Daripada membahayakan sebaiknya ditebang,” imbuhnya.
Sebelumnya pada Rabu (8/11) lalu akibat hujan dengan intensitas yang tinggi yang disertai angin kencang sempat membuat pohon-pohon yang berada di tepi jalan di seputar kota Banjarnegara roboh. Bahkan Pohon beringin besar yang berada di tengah alun-alun juga roboh dan menimbulkan satu korban jiwa dan enam korban luka.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebelumnya juga sudah menginstruksikan kepada DPUPR dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup agar lebih intens melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon pinisium yang berfungsi sebagai pohon peneduh tersebut.
“Kami sudah menginsturksikan kepada dinas terkait untuk memangkas pohon yang di anggap rawan patah rantingnya, kami tidak ingin ada lagi korban jika atau materi akibat pohon tumbang,” katanya.
Tidak segan pada kesempatan tersebut Bupati meminta petugas untuk memangkas pohon yang dinilai masih membahayakan untuk dipangkas.
Untuk mengantisipasi adanya korban akibat pohon tumbang, Bupati juga udah meminta kepada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), DPUPR, Dinas Lingkungan Hidup untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar berhati-hai saat musim hujan dan menghindari berteduh di bawah pohon besar yang rawan tumbang.
“Jangan lagi ada korban jiwa, akibat tertimpa pohon, saya minta dinas terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Penulis : Joko Santoso
Editor :