Sampah yang Terangkat Baru 30 Persen/Hari


CILACAP - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap menargetkan cakupan layanan persampahan di Cilacap kota tahun ini mencapai 90 persen. Kepala DLH Cilacap, Adjar Mugiono optimistis target ini dapat tercapai melalui optimalisasi sarana prasarana dan dukungan SDM yang ada.

 “Walaupun kita menghadapi kendala terkait dengan pembangunan unit TPS (tempat penampungan sementara) yang ada di permukiman penduduk. Tapi kita tetap optimis bisa mencapai target” tutur Adjar.

 Ia menjelaskan, pembangunan unit TPS di permukiman ini kerap menimbulkan keresahan masyarakat karena dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan. Dan bahkan tidak jarang yang menolaknya karena potensi gangguan polusi bau tak sedap tersebut. Oleh karena itu operasional pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) pada 2018 mendatang diharapkan dapat menyelesaikan persoalan ini.

 Lebih lanjut, keberatan sebagian masyarakat umumnya disebabkan kondisi TPS yang umumnya kurang tertata. “Terutama banyaknya volume sampah di TPS sehingga tidak tertampung dan berserakan di sekitarnya,” ungkap dia.

 Data yang ada,  volume sampah di Kota Cilacap dalam satu hari mencapai 804 m3/hari. Sayangnya keterbatasan armada membuat pengangkutan sampah ke TPA (tempat pembuangan akhir) di Desa Tritih Lor Jeruklegi menjadi tidak maksimal.  “Sampah-sampah yang terangkat saat ini baru sekitar 30 persennya atau baru sekitar 230 m3/hari” katanya. 

Penulis :
Editor   :