Pohon peneduh di sejumlah jalan di Kabupaten Banjarnegara dipangkas dan dirapikan. Langkah itu dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang. (Foto :Joko Santoso)
BANJARNEGARA- Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pemangkasan terhadap pohon yang jadi peneduh di tepi jalan kota Banjarnegara. Langkah itu dilakukan menyusul tumbangnya pohon beringin di kawasan alun-alun setempat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) Tatag Rochyadi, Selasa (14/11) mengatakan penebangan dilakukan untuk mengantisipasi serta untuk mengurangi risiko tumbang atau patah ranting pohon yang bisa menimbulkan korban dan kerugian material lainnya.
“Kami sudah melakukan pemangkasan sejak bulan lalu, saat intensitas hujan mulai tinggi yang kadang kadang disertai angin ribut,” jelasnya.
Selain itu laporan warga yang berada tentang adanya pohon ditepi jalan yang beresiko tumbang juga diakomodir dan ditindaklanjuti.
"Hampir semua pohon besar yang berada ditepi jalan memang sudah layak untuk dipangkas karena memang sudah terlalu rimbun dan rawan tumbang atau patah rantingnya,” lanjut Tatag.
Selain itu, pemangkasan pohon juga dilakukan untuk mengurangi beban karena sebagian besar pohon yang berada di tepi jalan raya sudah tinggi dan rindang. “Daripada membahayakan sebaiknya ditebang,” imbuhnya.
Sebelumnya pada Rabu (8/11) lalu akibat hujan dengan intensitas yang tinggi yang disertai angin kencang sempat membuat pohon-pohon yang berada di tepi jalan di seputar kota Banjarnegara roboh. Bahkan Pohon beringin besar yang berada di tengah alun-alun juga roboh dan menimbulkan satu korban jiwa dan enam korban luka.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebelumnya juga sudah menginstruksikan kepada DPUPR dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup agar lebih intens melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon pinisium yang berfungsi sebagai pohon peneduh tersebut.
“Kami sudah menginsturksikan kepada dinas terkait untuk memangkas pohon yang di anggap rawan patah rantingnya, kami tidak ingin ada lagi korban jika atau materi akibat pohon tumbang,” katanya.
Seperti diberitakan, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai dengan angin, Rabu (8/11) lalu menyebabkan pohon beringin besar yang ada di tengah alun alun-kota tumbang. Satu orang meninggal dunia dan enam orang lainnya menderita luka. Korban langsung dilarikan ke RSUD Banjarnegara.
“Korban sedang berteduh di bawah pohon beringin saat hujan dan angin terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika pohon beringin tersebuttumbang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman.
Penulis : Joko Santoso
Editor : awl