Dalam memperingati Merti Desa, warga menggelar pawai dengan arak-arakan membawa gunungan dari buah-buahan sebagai wujud rasa syukur warga Desa Pringombo, Kecamatan Tempuran, Magelang. Foto ali subchi.
MAGELANG - Sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi yang melimpah, warga Dusun Pringombo, Desa Pringombo, Kecamatan Tempuran Magelang, gelar kegiatan Merti Desa. Upacara merti desa diikuti warga dengan membawa gunungan nasi dan buah-buahan hasil perkebunan warga, serta miniatur masjid dan genera yang ikut diarak keliling desa.
"Kegiatan Merti Desa tersebut baru dilaksanakan secara rutin setiap tahun, sebagai bentuk nguri-uri budaya. Harapannya dapat dilaksanakan bisa menjadi tradisi kearifan lokal masyarakat setempat," kata Kepala Desa Pringombo, Keamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Rabu (15/11).
Menurut Muhdani, Merti Desa yang dilaksanakan secara rutin akan mampu menarik wisatawan untuk menyaksikan upacara tradisi di desa tersebut, sehingga potensi desa juga akan turut terangkat. "Desa kami terdapat tempat wisata Kertojoyo, dengan adanya Merti Desa ini harapannya juga akan mengangkat wisata lokal," ujarnya.
Dalam jangka panjangnya ketika Merti Desa kami sudah lebih kondang, maka potensi desa, seperti makanan khas dan kerajinan lokal akan terangkat, dan kesejahteraan masyarakat harapannya dapat meningkat. Merti desa ini, juga diadakan kirab budaya, yang salah satunya juga ada arak - arakan yang menunjukkan toleransi antarumat beragama,
Karena ada miniatur gereja dan masjid yang berdampingan, dengan beberapa tokoh beragama yang berjalan secara berdampingan, sebagai simbol toleransi. Adapun arak - arakan yang turut dibawa oleh warga desa lainnya, sebagai wujud kegiatan Merti Desa, antara lain gunungan hasil panen, gunungan hasil ternak, arakan kesenian dan pendidikan, dan arakan para warga yang membawa gergaji mesin, sebagai simbol daerah rawan bencana.
Dikatakan Muhdani, di desanya terdapat 4 RW dengan jumlah lebih kurang 750 warga yang ada di Desa Pringombo ini, tetap dapat mempertahankan kearifan lokal tersebut. "Kami berharap kegiatan Merti Desa ini dapat dipertahankan hingga anak cucu, sebagai salah satu budaya serta sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan lingkungan yang aman dari bencana," ujarnya,
Penulis : as
Editor :