Pelatih Jateng Tertinggal dalam Hal Penguasaan IPTEK


Ketua Umum Pengprov PASI Jateng Dr. Rumini, M. Pd

SALATIGA, WAWASANCO-Ketua Umum Pengprov PASI Jateng Dr. Rumini, M. Pd mengakui jika tenaga Pelatih di tanah air khususnya Jateng tertinggal jauh dalam penguasa IPTEK dari luar negeri.

"Karena memang kadang pelatih beranggapan datang ke lapangan cukup, padahal IPTEK sangat dibutuhkan saat ini bagi pelatih," kata Dr. Rumini, M. Pd saat menjadi narasumber dikegiatan pembekalan materi/ praktek Pelatih se-Jateng di Salatiga, pekan lalu. 

Pelatih tanah air sejauh ini, dinilainya masih sangat konvensional. Dimana, cara-cara menganalisis evaluasi dan sejenisnya masih tradisional. Bahkan banyak dilupakan dari kalangan pelatih tanah air dari segi pengetahuan baru yang memang harus diterapkan dalam satu pelatihan.

Padahal, ungkap dia, tenaga pelatih luar negeri sudah menggunakan IPTEK dalam menganalisis, evaluasi dan sejenisnya.

Kedepan, Pengprov PASI Jateng menyiapkan program lebih lanjut bagi pelatih diantaranya IPTEK olahraga serta penyusunan metode.

"Pelatih masih banyak berfikiran tradisional. Memang pelatih di sini sukarelawan dan tidak dibayar. Tapi tak ada salahnya kita tanamkan pengetahuan lebih khususnya dalam pengelolaan IPTEK dibidang olahraga," imbuhnya.

Sementara, terkait keberadaan dirinya langsung menjadi narasumber dalam pelatihan pelatih yang diikuti dari perwakilan hampir seluruh Kabupaten Kota di Jateng menegaskan jika sosok pelatih memerlukan lisensi.

"Keuntungan dari pelatihan ini sendiri adalah akan mendapatkan lisensi. Pelatih memang belum dituntut untuk meraih prestasi. Tapi menata terlebih dahulu dasar karena yang akan dilatih adalah anak-anak," sebut Rumini.

Di Jateng sendiri pelatih 'level one' sebanyak 172 orang. Jumlah itu, adalah nomor dua tersebar di Indonesia. Disusul Jabar 176 pelatih dan Jatim kurang dari 100 serta DKI malah 80-an.
"Sehingga, bagi mereka yang telah mengantongi sertifikat level one, tidak boleh mengikuti. Dan selanjutnya, bisa menjadi pelatih di klub," pungkasnya.

Sementara, Ketua Panitia yang juga menjabat Litbang Pemprov PASI Jateng serta Sekretaris Umum PASI Kota Salatiga Budi Utomo menambahkan pelatihan di Salatiga sebagai upaya menyiapkan pelatih untuk lini dasar dala cabang olahraga (Cabor) atletik di usia dini.

Diinisiasi Pengurus Provinsi (Pengprov) Jateng Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), kegiatan tersebut juga sebagai upaya merintis itu. Sehingga, kedepan diharapkan mencetak pelatih berlisensi.

Dengan kegiatan pelatihan digelar
Pengprov PASI Jateng di tahun anggaran 2021 bekerjasama dengan PASI Kota Salatiga itu juga bermuara mencari bibit-bibit atletik di lini dasar dan usia muda.

"Sekaligus kita menyiapkan pelatih untuk lini dasar pada Atlet di usia dini. Mereka itu adalah bibit," tandasnya. 

Penulis : ern
Editor   : edt