Yogyakarta, Wawasan.co – SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta bersukacita Bersama dalam rangka memperingati HUT ke-77.
Pelaksanaan perayaan HUT dilaksanakan secara kolaborasi dengan kegiatan selama 3 hari yaitu pada tanggal 17, 19, dan 20 Agustus 2025.
Pada hari pertama, tanggal 17 Agustus 2025, dilaksanakan upacara HUT RI ke-80 di lapangan SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Upacara yang dilaksanakan dihadiri oleh Romo, Suster, direksi, para siswa dan siswi, guru, serta karyawan dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.
“Pakaian yang dikenakan selama upacara berlangsung merupakan pakaian; profesi dan nusantara, serta adat dari berbagai daerah,” kata Kepala SMA Kolese De Britto Robertus Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd, Sabtu 23 Agustus 2025.
Pada hari kedua tanggal 19 Agustus 2025 dilaksanakan misa syukur HUT SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta. Siswa dan siswi menggunakan atasan berkerah (siswi Stece menggunakan atasan bernuansa putih) dan celana panjang bebas, sopan, dan rapi. Setelah misa, diadakan jeda untuk persiapan acara yaitu, tari kolosal “De Britto dalam harmoni nusantara" dan pentas seni di sore hari.
“Kegiatan tari kolosal dan pentas seni diisi dengan penampil internal oleh siswa dan siswi, alumni dan alumna, dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta. Pada kegiatan pentas seni, disediakan pula beberapa stand makanan dan minuman dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pentas seni bersifat wajib dengan peserta yang terdiri dari Romo, Suster, direksi, para siswa dan siswi, guru, staf, karyawan, sejumlah alumni dan alumna undangan, dan tamu undangan lainnya,” sambung Kepala SMA Stella Duce 1 Suster Pauletta Arum Rumekar CB, M.Pd.
Pada hari ketiga, tanggal 20 Agustus 2025, dilaksanakan kegiatan antara lain; kegiatan pertama merupakan donor darah yang dilaksanakan di Ruang Kaca SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Kemudian, terdapat kegiatan pasar murah yang diselenggarakan di Halaman Politeknik YKPN Yogyakarta serta kegiatan thrifting yang diselenggarakan di GOR Politeknik YKPN Yogyakarta sebagai bentuk adaptasi selama masa relokasi. Dalam masa relokasi ini diharapkan tetap dapat mendukung kelancaran kegiatan serta menjaga antusiasme dan partisipasi warga sekolah maupun masyarakat umum. Kegiatan pasar murah dan thrifting diikuti oleh siswa dan siswi dari kelas X beserta kelas XI.
Selanjutnya, ada kegiatan melukis yang diikuti oleh siswa dan siswi dari kelas X, XI, serta XII yang berlokasi SMA Stella Duce 1, Politeknik YKPN Yogyakarta. Sementara itu, siswa dan siswi kelas XII melaksanakan kegiatan bakti sosial yang ditujukan kepada beberapa lokasi di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain itu, dilaksanakan aksi penanaman bibit pohon di Pantai Trisik, Kulon Progo oleh murid-murid kelas XII. Terakhir, bagi siswa dan siswi yang belum mendapatkan bagian dalam kegiatan-kegiatan yang sudah ada, mengikuti workshop di Aula SMA Kolese De Britto Yogyakarta.
Robertus Arifin Nugroho menjelaskan rangkaian peryaan HUT ini mengusung judul “ARSARA”. Judul tersebut merupakan gabungan dari kata ‘Asa’ dan ‘Raga’ yang merupakan bahasa Indonesia serta kata ‘Svara’ yang merupakan bahasa Sansekerta. Ketiga kata tersebut membingkai tiga hari kegiatan, untuk saling berkesinambungan secara makna dan spiritualitas.
“‘Asa’ berarti harapan, cita-cita, atau impian yang terus diperjuangkan, hal ini melambangkan sebuah harapan bagi mereka yang tersingkirkan. ‘Raga’ berarti tubuh, tindakan, dan gerakan yang merengkuh, hal ini melambangkan aksi konkret untuk mewujudkan harapan tersebut. ‘Svara’ berarti suara yang lahir dari kedalaman hati bukan sekadar untuk didengar, tapi untuk dihidupi, sebagai bentuk kasih dan keberpihakan pada sesama. Melalui judul “ARSARA”, kegiatan dapat mewujudkan harapan melalui suatu aksi konkret bagi mereka yang tersingkirkan serta suatu tempat bagi mereka yang jarang terlihat untuk menghidupi harapan itu sendiri,” katanya.
Kegiatan HUT ke-77 SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta mengangkat tema “Walking with the Excluded.” Tema ini diambil dari salah satu arah dasar dalam panduan global karya-karya Serikat Jesus yakni Universal Apostolic Preferences (UAP) yang berwarna merah. Dalam dasar UAP tersebut, Jesuit ingin karya kerasulan dapat menjadi suatu ruang sebagai sarana bagi mereka yang kurang terlihat, terbuang dan tersingkirkan, serta yang martabatnya telah diperkosa untuk ikut terangkul, sehingga, orang-orang yang terpecah belah dapat disatukan pada akhirnya mereka yang terluka dapat disembuhkan.
Semangat yang diusung dalam kegiatan ini bagaikan sebuah lilin yang dapat menjadi penerang dan penuntun bagi mereka yang tersingkirkan. Kolaborasi ini menjadi lilin kecil yang menyala bukan karena spektakuler, tapi karena dihidupkan oleh cinta, solidaritas, dan keberanian untuk melihat serta berjalan bersama mereka yang tidak selalu mendapat tempat di panggung utama kehidupan. Hal ini mencerminkan suatu rumah yang nyaman dengan penuh harapan, cerita, dan cinta kasih bagi semua orang. Tema kegiatan ini selaras dengan judul yang diusung yaitu “ARSARA” yang memiliki makna, rasa kasih dan cinta dapat tersalurkan bagi mereka yang tersingkirkan melalui perbuatan serta raga yang saling mengiringi wadah untuk mengekspresikan diri. Latar belakang yang menjadi dasar kolaborasi kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Tahun SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, antara lain sebagi berikut:
Suster Pauletta melihat ARSARA sebagai refleksi spiritualitas Carolus Borromeus yang penuh cinta kasih dan pelayanan. Ia menyampaikan bahwa Asa adalah semangat untuk terus bermimpi, Raga adalah aksi nyata yang dilakukan oleh para siswa, dan Svara adalah suara hati yang menjadi panggilan untuk peduli dan berbagi. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah gerakan untuk menyatukan harapan dan tindakan demi mereka yang terpinggirkan.
Penulis : holy
Editor : Daniel