Untuk melatih kemampuan pemburu dan insting anjing pemburu, warga Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan menggelar Festival Adu Bagong. Foto: Hadi Waluyo.
KAJEN - Serangan hama babi hutan kian meresahkan petani di wilayah pegunungan di Kabupaten Pekalongan. Bahkan, serangan babi hutan kian merangsek ke lahan-lahan pertanian yang lokasinya dekat dengan rumah-rumah penduduk.
Untuk menekan serangan hama babi hutan yang sudah lama meresahkan para petani ini, Pemerintah Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan membentuk tim pemburu babi hutan lengkap dengan anjing pemburunya. Tim ini rutin melakukan perburuan babi hutan di lahan pertanian dan area hutan di sekitar desa setempat.
Dalam rangka melatih pemburu dan menajamkan insting anjing pemburu, pengurus Karangtaruna Desa Sawangan menggelar Festival Adu Bagong di lapangan desa setempat, Sabtu (19/8) siang. Bagong dalam istilah masyarakat lokal merupakan nama lain dari celeng atau babi hutan. Kegiatan ini juga rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Selain festival ini, HUT Kemerdekaan juga disemarakkan dengan Festival Jajan Pasar dan lomba fashion show.
"Ini kegiatan adu bagong. Adu bagong ini kita melatih pemburu dan anjingnya dalam memburu hama babi. Kita melatih pemburu agar bisa meningkatkan kemampuannya dalam memburu hama babi yang meresahkan masyarakat di sini. Rencananya kegiatan seperti ini akan kita lakukan rutin setiap tahunnya," ujar salah seorang panitia, HM Syafaat Abdullah.
Ketua panitia HUT Kemerdekaan RI Desa Sawangan, Nasikhu (28), mengatakan, serangan babi hutan sudah lama meresahkan masyarakat di sekitar hutan di wilayah Kecamatan Paninggaran, termasuk di Desa Sawangan. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Sawangan membentuk tim pemburu babi hutan yang dikelola oleh aparat pemerintah desa setempat. Tugas pemburu ini untuk menekan serangan babi hutan di lahan-lahan pertanian milik warga.
Pasalnya, babi hutan telah menyerang sekitar 25 hektar lahan pertanian di desa tersebut. Bahkan, babi hutan sudah masuk ke lahan pertanian yang lokasinya berdekatan dengan rumah-rumah penduduk. Padahal, kata dia, babi hutan dulu hanya berada di habitat aslinya yakni di area hutan di sekitar desa. Namun, babi hutan sekarang sudah memasuki lahan-lahan pertanian milik warga dan merusak tanaman petani, seperti jagung, umbi-umbian, dan sebagainya.
"Babi yang digunakan dalam adu bagong ini hasil perburuan tim pemburu. Ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, sebab tim pemburu babi hutan ini didanai dari pemerintah desa. Jika selama ini, tim sudah ada hasilnya, yakni menangkap babi hutan. Sekaligus untuk hiburan masyarakat dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-72," terang dia.
Penulis :
Editor :