Balon Udara Aman Bila Ditambatkan


Sosialisasi sekaligus uji coba penerbangan balon udara dengan ditambatkan oleh AirNav bersama Komunitas Balon Udara Wonosobo berjalan lancar. Foto : Ilham Ardha.

WONOSOBO – Menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan menjadi solusi aman agar sesuai dengan ketentuan peraturan penerbangan sipil yang berlaku. Hal ini diungkapkan Sekretaris Perusahaan Airnav Indonesia, Didiet Radityo, terkait dengan tradisi menerbangkan balon udara yang menjadi kebiasaan di Wonosobo, khususnya pada hari-hari besar.

AirNav atau Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI), merangkul Komunitas Balon Udara Tradisional Wonosobo untuk memberikan sosialisasi penerbangan balon udara tradisional di Alun-alun Wonosobo, Sabtu .

Didiet menyatakan pihaknya telah merumuskan standar penerbangan balon udara yang ditambatkan secara bersama-sama dengan Komunitas Balon Udara Wonosobo berdasarkan best practice. “Keberhasilan uji coba ini adalah hasil kolaborasi luar biasa antara AirNav Indonesia, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Masyarakat Wonosobo. Pastinya solusi ini muncul setelah kita berdiskusi dan diselaraskan dengan peraturan penerbangan sipil yang berlaku di domestik maupun internasional,” ungkapnya.

Didiet menambahkan bahwa penerbangan balon udara tradisional menjadi perhatian serius dunia penerbangan. Pasalnya pada periode angkutan lebaran tahun 2017, beberapa pilot melaporkan mengenai balon udara naik 450% dari tahun sebelumnya. “Dari 14 laporan pada 2016, tahun 2017 menjadi 63 laporan. 44% laporan Pilot diantaranya mengatakan melihat balon udara pada ketinggian di atas 25 ribu kaki, ini sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan,” papar Didiet.

Didiet juga menjelaskan bahwa balon udara dapat menimbulkan gangguan bahkan kerusakan pada kinerja pesawat udara. Bahkan Didiet menyebut masyarakat baru saja mengetahui perihal bahaya penerbangan balon udara tanpa awak tanpa penambatan. “Bila balon udara terhisap mesin pesawat, maka bisa merusak bahkan mengakibatkan mesin mati. Bila tersangkut di sayap, sirip atau moncong pesawat maka akan mengganggu fungsi kendali dan sensor pesawat,” terangnya.

Sementara Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol CZIi Dwi Hariyono yang turut hadir menyaksikan uji coba penerbangan balon dengan ditambatkan tersebut memberi apresiasi positif. Karena menurut Dandim, dengan adanya uji coba penerbangan balon dengan cara diikat semua aspirasi tersalurkan. “Para pecinta balon masih bisa menerbangkan dan penerbangan tetap berjalan dengan aman. Jadi masyarakat bisa menerima keputusan tersebut dan pasti konsekuensinya pihak AirNav harus menepati janji perihal penyelenggarakan festival balon di Wonosobo,”pungkas Dandim.  

 

 

Penulis :
Editor   :