Mobil pemudik asal Madiun tujuan Serang menabrak pembatas jalan tol fungsional Pemalang - Batang di Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.
KAJEN - Diduga mengantuk dan melaju dengan kecepatan cukup tinggi akibat jalur tol fungsional sepi, mobil pemudik bernopol A 1766 FR menabrak pagar pembatas jalan tol fungsional ruas Pemalang - Batang di KM 325, Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jumat (22/6). Tiga penumpang mengalami luka ringan dan seorang lagi mengalami luka berat. Keempat pemudik dari Madiun, Jawa Timur, menuju ke Serang, Banten ini dilarikan ke RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan.
Arus mudik di jalur tol fungsional Kabupaten Pekalongan kemarin memang cukup lengang dan lancar. Sehingga mematik pemudik untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Padahal, sudah ada imbauan batas kecepatan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, yakni 40 km/jam - 60 km/jam. Kondisi sopir yang lelah dan mengantuk ditambah dengan kecepatan kendaraan cukup tinggi sangat rawan menyebabkan kecelakaan lalu-lintas.
Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Bobby A Rachman dikonfirmasi menyatakan, mobil pemudik dari Madiun tujuan Serang itu ditumpangi oleh satu keluarga yang berjumlah empat orang, yakni kedua orang tuanya dan dua anaknya.
Saat itu, mobil disopiri oleh salah satu anaknya yang bernama Rafizar F (18), sedangkan ibunya, Ismiyatun (49), warga Kelurahan Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, berada di samping sopir, bapaknya bernama Hadi Kuncoro (48) dan anak perempuan berusia 13 tahun duduk di kursi belakang.
Bobby menyatakan, penyebab kecelakaan tunggal tersebut akibat sopir mengantuk. Ditambah kondisi arus di jalur tol fungsional kemarin cukup lengang, sehingga sopir melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Saat itulah, mobil menabrak pagar pembatas jalan hingga besi pembatas jalan tersebut menembus bagian depan hingga belakang mobil. "Alhamdulillah tidak ada korban meninggal. Tiga orang luka ringan, dan satu orang luka cukup berat yakni bapaknya. Pagar memang menembus ke dalam mobil dari bagian depan hingga belakang, namun tidak ada yang mengenai sopir dan penumpangnya. Hanya terserempet sedikit," terang Bobby.
Kasat Lantas mengimbau, meskipun kondisi jalur tol fungsional cukup lengang, pemudik harus tetap berhati-hati dan mematuhi imbauan batas kecepatan yang ada. Jika sopir mengantuk, maka harus beristirahat. Sebab, sopir mengantuk sepersekian detik saja, bisa membahayakan karena rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. "Jika mengantuk, segera istirahat di rest area yang sudah ada," pesannya.
Ditambahkan, untuk puncak arus balik gelombang kedua sendiri diperkirakan akan terjadi pada Sabtu (23/6) hari ini. Sebab, diperkirakan banyak pekerja yang akan mulai masuk kerja pada hari Seninnya. "Puncak arus balik gelombang kedua kami perkirakan tanggal 23 ini," katanya.
Syawalan
Sementara itu, Polres Pekalongan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya siap mengamankan tradisi syawalan megana gunungan yang dipusatkan di objek wisata Linggoasri, Kecamatan Kajen, Sabtu (23/6) pagi ini.
Dengan kejadian mobil terbakar di Blok Sadang, Desa Linggoasri, kemarin, pihaknya juga akan mempersiapkan mobil damkar dan derek. Jalur menuju ke kawasan objek wisata Linggoasri memang cukup ekstrem, karena penuh dengan tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.
Oleh karena itu, masyarakat yang ingin menikmati tradisi syawalan di wisata alam pegunungan ini diharapkan mempersiapkan mesin kendaraan dan rem kendaraannya dengan baik.
"Pengamanan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita akan tata parkir agar tidak memakan badan jalan. Di titik-titik rawan akan ditempatkan personel dengan melibatkan instansi lainnya seperti PMI, Dinkes, dan lainnya," katanya.
Penulis :
Editor :