Kepanasan, Penari Karnaval Terpaksa Hentikan Tariannya


 Salah satu peserta karnaval pembangunan  sedang melewati depan panggung kehormatan yang ada di sisi timur Alun-alun Kota Magelang. Kegiatan tersebut diikuti 114 peserta. Foto: Widiyas
MAGELANG-  Panas terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan ribuan warga Kota Magelang dan sekitarnya  memadati kawasan Alun- alun
Kota Magelang, Sabtu (26/8) siang hingga untuk menyaksikan karnaval pembangunan dalam memeriahkan HUT  ke -72Kemerdekaan RI tingkat Kota
Magelang.  Mereka antusias memadati sepanjang jalan yang dilewati 118 peserta karnaval mulai dari Lapangan dr Khoesen Hirohoesodo, Kompleks Rindam IV/Diponegoro, Jalan A Yani, Jalan Pemuda dan berakhir di depan tugu Adipura yang ada di depan Pasar Rejowinangun Kota Magelang.
Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito bersama dengan Forum Pimpinan Daerah  menyambut para peserta karnaval di panggung
utama yang ada di sisi timut Alun-alun Kota. Pada kesempatan itu,  Walikota Magelang memakai jas hijau  tua , peci hitam dan kacamata hitam mirip Presiden RI I Soekarno. Sedangkan Sekda Sugiharto mengenakan baju adat dari Suku Rote, Nusa Tenggara Timur.
Saat  personel  gabungan Polwan Polres Magelang Kota, Kejaksaan Negeri dan Satpol PP membawakan tarian Topeng Ayu,  Walikota Magelang, Wakil Wali Kota , forum pimpinan daerah dan sejumlah anggota DPRD Kota Magelang , meskipun terik matahari menyengat kulit, namun tidak menjadi halangan untuk turut ambil bagian dan bergabung menari di tengah jalan.
Insiden kecil sempat terjadi di tengah-tengah penampilan  peserta karnaval dari Kelurahan  Panjang yang sedang  tampil di depan panggung kehormatan.  Yakni, sejumlah penari dari Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah  yang tampil di atas jalan  tidak bisa menuntaskan pentasnya. Karena para penari  yang sebagian besar kaum wanita dan tidak menggunakan alas kaki, merasa kesakitan pada kakinya yang disebabkan  panas terik matahari dan menyebabkan aspal jalan juga panas.
Untuk hal itu segera dapat dikondisikan, yakni para pelatih maupun kru dari kelurahan tersebut langsung meminta para penari berhenti menari dan berteduh di dekat panggung kehormatan.  Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval Pembangunan Kota Magelang, Taufik Nurbakin mengatakan, dalam  karnaval pembangunan kali ini,  animo untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup banyak dibandingkan tahun –tahun sebelumnya.
“Tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta karnaval hanya mencapai sekitar 80 peserta dan pada tahun ini jumlahnya meningkat mencapai 114 peserta,” kata Taufik.
Dikatakan, dari 114 kontingen tersebut terdiri atas 89 mobil hias,  enam grup kesenian, delapan grup  drummband  dan satu komunitas sepeda tua yang menyemarakan acara tersebut.  Ia menambahkan  di lokasi pemberangkatan di Lapangan dr Khoesen Hirohoesodo, Kompleks Rindam IV/Diponegoro, kemudian melewati Jalan A Yani, Jalan Pemuda dan berakhir di depan Tugu Adipura .
Peserta karnaval ini, tambahnya, dari berbagai unsur dan instansi. Seperti ada warga di 17 kelurahan dan tiga Kecamatan di Kota Magelang, BUMD  milik Pemkot Magelang, swasta dan dari sekolah baik dari tingkat SD hingga universitas yang ada di Kota Magelang. Taufik yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan karnaval ini ditujukan untuk memperingati hari kemerdekaan, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat. 
 
 

Penulis :
Editor   :