Tiga Telaga Kering, Warga Pracimantoro Krisis Air


Ketua Bhayangkari Polda Jateng Santri Condro Kirono menyerahkan bantuan air bersih kepada Camat Pracimantoro, Warsito. Foto: Tulus PE

WONOGIRI - Dampak musim kemarau sudah dirasaka warga Winogiri belahan selatan sejak beberapa pekan lalu. Kini sejumlah telaga kondisinya sudah kering sehingga masyarakat harus membeli air dengan harga Rp 150.000 per tangki yang berisi 5000 liter.

Camat Pracimantoro, Warsito, Senin (28/8) mengabarkan bahwa di wilayahnya sudah ada tiga desa yang kering, yakni Desa Gambir Manis, Desa Joho dan Desa Petirsari.

‘’Di Gambir Manis ada empat telaga  yang biasa untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Yakni telaga Bakalan, telaga Braholo dan yang ketuga telaga Doyo. Beberapa pekan lalu ketiga telaga tersebut sudah mengering.  Yang ada airnya tinggal satu telaga yang terletak di Dusun Bakalan. Telaga di Dusun Bakalan itu merupakan satu-satunya telaga yang tidak pernah kering. Namun sekarang kualitas airnya sudah tidak layak untuk mencukupi kebutuhan masak sehingga hanya untuk mencuci dan memberi minum hewan,’’ jelasnya.

Sedangkan di Desa Petir Sari, hanya ada satu telaga yang kini sudah kering. Adapun di Desa Joho ada satu telaga yang ada airnya tapi hanya layak untuk minum ternak dan cuci pakaian. Untuk konsumsi air bersih masyarakatmengandalkan beli air tangki dari pihak swasta.

Disinggung jumlah warga yang terdampak, Warsito menuturkan bahwa di Desa Gambri Manis dtinggali 3000 an warga, Desa Joho ada 2000 an warga dan Desa Petrisari  ada 1.300 an warga.

Untuk membeli setangki air, masih kata Warsito,  masyarakat merasa cukup berat sebab, saat ini  harga gaplek turun drastis karena buruknya cuaca. Gaplek jadi hitam dan hanya dihargai Rp 1000/kg. Padahal kalau kualitasnya baik, bisa Rp 1.500/Kg.

Atas kondisi tersebut, keluarga besar Bhayangkari Polda Jateng memberikan bantuan air bersih kepada warga yang tinggal di wilayah Pracimantoro. Bantuan tersebut sebanyak 18 tangki, dan secara simbolis, Senin (28/8) diserahkan oleh Ketua Bhayangkari Polda Jateng Santi Condro Kirono di Mapolres Wonogiri dan diterima langsung oleh Warsito Camat Pracimantoro.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo, ketika ditemui Wawasan di sela-sela penyerahan bantuan air tersebut menegaskan bahwa Pemkab telah berupaya melakukan penanganan secara permanen dengan menggelontorkan anggaran dua miliar rupiah per tahun. ‘’Tahun ini sudah kita alokasikan anggaran dua miliar rupiah dan tahun depan rencananya dua miliar lagi. Hal itu untuk mengtatasi masalah kekeringan secara permanen di Wonogiri selatan,’’ jelasnya.

 

 

  

Penulis :
Editor   : awl