Jelang Pilbup PPP Intensifkan Komunikasi Lintas Parpol


MUNGKID- DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Magelang, belum menentukan sikap untuk menghadapi pilkada (pemilihan kepala
daerah) 2018. Terutama perihal bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati yang akan diusung. Ketua DPC PPP, Mahbub Zaenal Abidin, mengatakan, pihaknya bersikap menunggu dan mencermati konstelasi politik yang berkembang di tengah masyarakat. "Juga menunggu hasil kerja desk pilkada," katanya, Senin (28/8).
Ketua Desk Pilkada PPP, MH Syahlani, mengakui, proses penjaringan figur bakal calon bupati dan wakil bupati masih berjalan. Di antaranya, melakukan pendekatan dengan kader internal di tingkat DPC/DPW dan eksternal (pengusaha). Namun, dia enggan menyebut nama-nama figur dimaksud. Karena hasil
penjaringan baru akan dilaporkan ke DPC pekan depan. "Apa pun hasilnya nanti, keputusan sepenuhnya kami serahkan kepada DPC," kilahnya.
Desk Pilkada yang ketua MH Syahlani dibantu empat anggota masing-masing, M Sobikin, Mansur Efendi, Fahruddin, dan Khamid Nasrullah. Mereka telah melaksanakan tugasnya sejak awal Agustus lalu. Dalam Pemilu 2014, PPP hanya meraih lima kursi di legislatif. Dengan capaian itu, PPP menyadari tidak mungkin bisa mengusung calon sendiri dan tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai lain.
"Menyadari hal itu, kami harus bersikap realistis dan terus membangun komunikasi lintas partai dan ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Terutama dalam hal penjajagan platform dan visi misi ke depan," kata Ketua DPC PPP, Mahbub Zaenal Abidin.
Selain itu, imbuh Syahlani, PPP juga terus mengintensifkan konsolidasi internal. Termasuk mengumpulkan para sesepuh, ulama dan kader di luar struktur melalui forum selapanan. 
Penguatan organisasi dimaksudkan agar kondisi kader partai menjadi lebih solid. "Juga menerbitkan KTA (kartu tanda anggota) secara online," kata Syahlani, selaku Sekretaris DPC PPP.  

Penulis : tbh
Editor   :