Habiskan Rp 6 M, Proyek Balai Jagong Mulai Tak Terawat


Sejumlah anggota Komisi D DPRD Kudus saat melihat secara langsung proyek Balai Jagong yang mulai tidak terawat. Foto: Ali Bustomi

KUDUS – Komisi D DPRD Kudus mengaku cukup kecewa dengan kondisi Balai Jagong yang terletak di kawasan GOR Wergu Wetan. Proyek yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar di tahun 2016 silam tersebut, kini kondisinya kurang terawat. Kondisi tersebut terungkap dalam sidak yang dilakukan Komisi D, Senin (28/8) kemarin. Dalam sidak tersebut, Komisi D mendapati rumput taman yang ada di Balai Jagong mulai mengering karena tidak pernah disiram. ”Ini tentu sangat memprihatinkan. Sebab, untuk menanam rumput jenis gajah mini seperti ini, membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus, Agus Imakuddin.

Tak hanya itu, politikus yang akrab disapa Udin tersebut juga menilai proyek Balai Jagong tersebut tidak melalui perencanaan yang matang. Sebab, dengan mengusung konsep taman, namun lokasi Balai Jagong tersebut tidak dilengkapi dengan hidran yang berfungsi untuk menyirami tanaman yang ada. Oleh karena itu, menurut Udin, seharusnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga selaku pengelola Balai Jagong tersebut harus mengambil langkah tegas dengan memerintahkan rekanan pelaksana proyek untuk segera melakukan penyiraman rumput. Sebab, jika dibiarkan dalam waktu beberapa hari ke depan, semua rumput yang ada di lokasi Balai Jagong bisa mati.

”Karena ini masih dalam masa pemeliharaan, seharusnya rekanan harus tetap dimintai pertanggungjawaban. Jangan sampai rumput dan taman yang sudah bagus ini dibiarkan mati tak terawat,” tukasnya.

Senada, Ketua Komisi D Setya Budi Wibowo juga meminta agar OPD terkait bisa merawat bangunan-bangunan proyek yang telah dibangun dengan menelan anggaran tak sedikit. Jangan sampai proyek yang telah selesai dibangun dibiarkan tanpa perawatan sehingga akan cepat rusak. ”Perlu diingat karena proyek tersebut dibiayai dengan uang rakyat, maka perawatan harus terus dilakukan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus, Joko Susilo mengatakan keringnya rumput di lokasi Balai Jagong memang diakibatkan musim kemarau yang mencapai puncaknya. Sebab, beberapa hari sebelumnya, sudah dilakukan penyiraman rumput tersebut untuk menjaga agar tetap hidup. ”Namun, karena cuacanya terlalu panas, rumput-rumput yang ada tetap mengering,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya akan tetap berupaya untuk melakukan perawatan lebih lanjut. Joko mengatakan akan melakukan penyiraman dan pemupukan agar rumput dan taman yang ada di Balai Jagong tetap bisa dinikmati masyarakat. 

 

Tak terawat: /

Penulis : al
Editor   :