Tercemar Pabrik Tahu/Tempe, Warga Tutup Saluran


JEPARA- Sejumlah warga di Desa Pecangaan Kulon dan Pecangaan Wetan melakukan penutupan saluran pabrik tahu dan tempe di sekitar Kali Karangrandu. Langkah ini dilakukan oleh sejumlah warga tanpa sepengetahuan Pemdes setempat. Mereka menyatakan sudah tidak tahan dengan bau menyengat yang timbul dari pencemaran yang terjadi di Kali Karangrandu, akhir-akhir ini.

 Petinggi Desa Karangrandu, Syahlan, sendiri tidak berani memastikan megenai hal itu. Namun demikian Pemdes Karangrandu dalam hal ini tidak pernah secara resmi melakukan aksi penyumbatan saluran tersebut. Pihaknya menduga kalau memang ada aksi tersebut, kemungkinan hal itu dilakukan oleh warga secara mandiri.

 Beberapa waktu lalu memang ada sejumlah warga yang mengutarakan hal itu. Namun pihaknya sebagai perangkat desa tidak berani memberikan keputusan baik itu melarang ataupun mengiyakan. Dalam hal ini pihaknya juga bisa memahami, kalau warga dalam ini merasa terganggu karena sungainya tercemar menjadi hitam dan berbau.

 “Ada memang warga yang pernah mengatakan seperti itu (menutup saluran limbah –red). Informasinya ada enam atau berapa, yang sudah ditutup warga, tapi saya tidak berani memastikan,” ujar Syahlan, Senin (28/8).

 Sementara itu, langkah Pemkab Jepara yang melakukan normalisasi Kali Karangrandu belum memberikan dampak signifikan. Air Kali Karangrandu masih tetap menghitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Kemarau yang mulai terjadi membuat aliran Kali Karangrandu tidak bisa maksimal. Limbah hitam yang mengendap akhirnya menyembul dan menimbulkan bau tak sedap.

 Sementara itu, Ahmad Maryanto, salah seorang perajin tahu tempe di Pecangaan, menyatakan tidak mengetahui adanya aksi penyumbatan saluran limbah pabrik tahu dan tempe. Meskipun mengaku sempat mendengar isu tersebut, namun sampai saat ini di pabriknya belum ada aksi yang dimaksud. Sejumlah pabrik tahu tempe, menurut Ahmad Maryanto memang berada di sepanjang aliran Karangrandu. Beberapa waktu lalu, semua memang terbiasa membuang limbah ke sungai.

 “Kalau akhir-akhir ini memang sudah tidak lagi saya membuang limbah ke sungai. Dulu ya hampir semuanya membuang limbah ke sungai,” kata Ahmad Maryanto, secara terpisah, Senin (28/8).

 Kali Karangrandu sebelumnya sudah dipastikan tercemar zat fenol dan BOD-COD, setelah dilakukan uji laboratorium. Pemkab Jepara sendiri sudah melakukan upaya normalisasi agar aliran sungai ini bisa berlangsung lancar. Namun warna hitam dengan bau menyengat masih menganggu warga, hingga kemarin. 

Penulis :
Editor   :