Nelayan Minta Subsidi Solar Dipertahankan


JEPARA- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara, menyatakan tetap meminta agar pemerintah tetap mengalokasikan subsidi solar bagi para nelayan. Wacana yang sempat dilontarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti mengenai kemungkinan akan ditariknya subsidi solar bagi nelayan, diharapkan tidak benar-benar dilaksanakan.

 Ketua HNSI Jepara, Sudiyatno menyatakan, pernyataan menteri Susi Pujiastuti mengenai akan dicabutnya subsidi solar nelayan, menurutnya baru sekedar wacana. Pihaknya sangat yakin bahwa hal itu tidak akan dilakukan oleh Susi Pujiastuti. Menurutnya sampai saat ini, bahan bakar solar bersubsidi bagi nelayan masih sangat dibutuhkan. “HSNI dalam hal ini memiliki satu sikap dalam masalah solar bersubsidi. Solar bersubsidi sampai saat ini masih dibutuhkan para nelayan. Kalau sampai ditarik, dampaknya akan luar biasa bagi kehidupan nelayan,” ujar Sudiyatno, Senin (28/8).

 Di Kabupaten Jepara sendiri menurut Sudiyatno, pendistribusian solar bersubsidi tidak ada masalah. Empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN) yang ada, sejauh ini masih mencukupi kebutuhan dan tidak ada kebocoran. SPBBN di Ujung Batu, Mlonggo, Donorojo, dan Kedung, sejauh ini hanya melayani kebutuhan para nelayan.

 Dalam pendistribusiannya juga belum ada indikasi adanya penyelewengan, dalam arti disalurkan ke pihak yang tidak berhak atau diluar nelayan. Kalaupun ada beberapa nelayan yang harus membeli di SPBU, dengan menggunakan surat keterangan dari dinas terkait, hal itu hanya karena adanya keterlambatan pasokan saja.

 “Dalam musyawarah nasional HNSI yang akan digelar pada bulan September, isu mengenai penghapusan solar bersubsidi bagi nelayan akan dibahas secara khusus.  Namun jelas, pada prinsipnya DPP HNSI sampai jajaran DPC di daerah akan bersikap sama. Nelayan harus diberikan BBM bersubsidi," tegas Sudiyatno.

Penulis :
Editor   :