Karnaval Pembangungan Tinggalkan 34 Meter Kubik Sampah


Para petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang sedang membersihkan keramik trotoar di Jalan Pemuda dengan cara disemprot air dan dikosek dengan sapu lidi. Sebelumnya, trotoar tersebut terlihat kotor  saat berlangsungnya karnaval pembangunan.


Oleh : Widiyas Cahyono

MAGELANG- Pelaksanaan karnaval pembangunan yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI tingkat Kota Magelang pada  Sabtu
(26/8) lalu, meninggalkan sampah yang banyak dan tercecer di sejumlah tempat seperti di Lapangan  dr Khoesen Hirohoesodo, Kompleks Rindam IV/Diponegoro, Jalan A Yani , Alun-alun  dan Jalan Pemuda Kota Magelang. “Volume sampah yang tercecer di beberapa tempat tersebut  mencapai 34 meter kubik dan diperlukan waktu hampir lima jam untuk membersihkannya,” kata Kepala  Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Mahbub Yani Arfian, Senin ( 28/8).

Mahbub mengatakan, untuk membersihkan sampah-sampah yang dibuang para penonton  karnaval pembangunan tersebut, pihaknya langsung mengerahkan 125 petugas kebersihan dari tim “Sapu Jagat” Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang. Ke- 125  petugas “Sapu Jagat “ tersebut disebar di beberapa titik lokasi yang kedapatan banyak sampah berserakan. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan lima kendaraan angkutan sampah baik truk, mobil pikap, maupun kendaraan roda tiga yang merupakan kendaraan operasional mengangkut sampah.

 Setelah dilakukan pembersihan, sampah- sampah yang didominasi sampah anorganik botol bekas air mineral, plastik, kardus bekas makanan dan
lainnya diangkut menggunakan kendaraan operasional tersebut dan hasilnya mencapai 34 meter kubik sampah. “Sampah-sampah yang terkumpul, kemudian diangkut dengan sembilan unit mobil sampah pick up dan satu unit truk dump sampah,” katanya.

Ia menambahkan,  dalam melaksanakan pembersihan tersebut petugas mulai bekerja mulai sekitar pukul 18.00 WIB atau setelah parade budaya
selesai dan berakhir pada sekitar pukul 01.00 dinihari. Menurutnya,  lamanya proses pembersihan sampah tersebut karena dalam proses tersebut terendala oleh masih banyaknya kendaraan roda empat yang parkir di pinggir alan di sekitar Alun-alun.

Taman Rusak

Selain itu, juga masih banyaknya pedagang kaki lima  (PKL) tiban yang memanfaatkan alun alun untuk berjualan hingga larut malam. Ia menambahkan, selain meninggalkan puluhan meter kubik sampah anorganik, karnaval pembangunan yang diikuti 118 peserta tersebut , juga menyebabkan beberapa tanaman bunga yang di tanam di taman pinggir jalan raya menjadi rusak, karena diinjak-injak oleh para penonton yang ingin melihat dengan jelas dengan cara memanjat taman bunga tersebut.

“Sebagian besar, tanaman bunga yang rusak terjadi di sepanjang Jalan A Yani dari Lapangan dr Khoesen Hirohoesodo, Kompleks Rindam IV/Diponegoro, Jalan A Yani dan sepanjang Jalan Pemuda Kota Magelang,” katanya didampingi Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Jaka Prawistara. Ditambahkan, pihaknya saat ini sedang mendata jumlah tanaman yang rusak tersebut. Setelah dilakukan pendataan, akan segera dilakukan perbaikan dengan cara menanam kembali sesuai jenis tanaman yang rusak.
Sementara itu, pada Senin  pagi kemarin, tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup, DPU Penataan Ruang, Dinas Perdagangan dan Satpol PP kembali melakukan pembersihan di  trotoar sekitar alun –alun dan sepanjang Jalan Pemuda.
Selain di-kosek menggunakan sapu lidi dan sikat dalam pembersihan tersebut juga menggunakan truk pemadam kebakaran milik Satpol PP Pemadam Kebakaran, truk penyiram bunga milik Dinas Lingkungan Hidup, truk milik DPU Penataan Ruang dan truk pemadam kebakaran milik Dinas Perdagangan .
 

Penulis : widias
Editor   :