Karnaval 'Agustusan' di Desa Banyuputih, Batang, mengambil tema Asian Games. Salah satunya menampilkan maskot Asian Games dan pernak-perniknya, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.
BATANG - Semangat Asian Games 2018 di Indonesia turut mengisi pawai kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT RI ke-73 tingkat Desa/Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Senin (27/8).
Ribuan peserta pawai mulai dari jenjang SD, SMP, SMA serta masyarakat umum ini menampilkan berbagai macam tulisan yang menyerukan semangat Asian Games.
Para peserta juga berpakaian adat Nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke, dan berbagai kreativitas masyarakat yang membuat tiga maskot Asian Games dan pernak-perniknya, seperti bendera para peserta Asian Games dan sebagainya.
Wakil Bupati Batang, Suyono, saat melepas peserta karnaval, menyampaikan, karnaval merupakan ungkapan kebahagiaan sekaligus penghargaan terhadap para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI dari para penjajah zaman dulu. Para pejuang bahkan rela mengorbankan harta benda dan nyawanya sendiri demi untuk mengibarkan bendera sang merah putih di tanah Indonesia.
"Kegiatan ini hendaknya tidak hanya sekedar rutinitas tahunan belaka, yang setelah itu hilang begitu saja. Namun harus ada nilai-nilai kebangsaan yang terus tertanam di hati sanubari," tandasnya.
Kepala Desa Banyuputih, Sodikin, mengatakan, karnaval tahun ini mengangkat tema Asian Games, sebagai bagian dari semangat masyarakat Banyuputih dalam mensukseskan dan meramaikan even Asian Games. "Saya berharap dengan mengangkat tema Asian Games masyarakat luas khususnya masyarakat Desa Banyuputih lebih semangat lagi dalam mendukung atlit-atlit yang sedang berlaga merebutkan emas, karena mereka juga pahlawan mengharumkan bangsa di bidang olahraga," katanya.
Menurutnya, Banyuputih merupakan magnetnya 'Agustusan' di Batang, dan menjadi destinasi wisata tahunan, utamanya dalam rangka menyemarakan HUT RI. Pasalnya, setiap tahunnya karnaval berlangsung semarak, dengan tema yang berbeda-beda dan unik.
Karnaval Keborangan
Sementara itu, masyarakat Desa Keborangan, Kecamatan Subah, juga menggelar kegiatan karnaval di desa itu, Minggu (26/8). Para peserta karnaval, mulai dari yang tua hingga anak-anak dengan keunikannya menggunakan pakaian adat Jawa hingga suku Indian. Peserta yang menyuguhkan pakaian adat suku Indian menyita perhatian ribuan penonton karnaval. Pasalnya, pesertanya mayoritas ibu-ibu dengan menggunakan pakaian ala Indian lengkap dengan pernak-perniknya.
Kepala Desa Keborangan, Suntoro Wijoyo, mengatakan, karnaval tingkat desa mengusung tema 'Keberagaman Budaya Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika' ini jumlah pesertanya sebanyak 31, yang berasal dari 6 RT dan 26 marching pring dari wilayah Kabupaten Batang. "Tagline guyub rukun yang dicanangkan Bupati Batang dan Wakilnya menjadi motivasi kita. Dengan keberagaman dan keunikannya menjadi sesuatu yang indah dalam mengisi kemerdekaan," katanya.
Penulis :
Editor :