Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama unsur Forkompinda memantau pelaksanaan pilkades serentak tahap pertama, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.
KAJEN - Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pekalongan melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap pertama tahun 2018 ini, Rabu (21/11) kemarin. Dari pantauan di lapangan, pelaksanaan pilkades berjalan aman, lancar dan tertib, dengan tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun kemarin pagi memantau pelaksanaan pilkades di sejumlah desa. Pada pagi harinya, Hindun didampingi suami menggunakan hak pilihnya di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa. Di desa ini, ada tiga calon kepala desa yakni Moh Imron Chasani, Tihar, dan Masnun. Jumlah pemilih di desa ini mencapai 1.883 jiwa.
Sejak pagi hari, masyarakat sudah berduyun-duyun mendatangi lokasi pemilihan di lapangan di desa itu. Proses demokrasi ini pun menarik para pedagang tiban untuk berjualan di sekitar lokasi pemilihan, sehingga proses pencoblosan kemarin tampak seperti pasar rakyat.
Ketua DPRD Hj Hindun menyatakan, pelaksanaan pilkades berjalan dengan baik, lancar, dan tertib. Hal ini menunjukan proses demokrasi di desa sudah berjalan dengan baik. Masyarakat, kata dia, sudah menyadari untuk bersama-sama ikut serta menggunakan hak pilihnya dalam rangka membangun desa. "Pilkades biasanya partisipasinya tinggi. Mungkin di atas 80 persen. Mudah-mudahan dengan pilkades serentak situasi bisa dijaga kondusif," katanya.
Dikatakan, siapapun yang menjadi kepala desa terpilih agar bisa membangun desanya dengan baik dan mewujudkan visi misinya. Hindun berharap, setelah pilkades masyarakat tetap kondusif, dan tidak terjadi konflik antarmasyarakat, karena biasanya dampak pemilihan kepala desa kerukunan masyarakat kurang terjaga dengan baik karena adanya perbedaan pilihan.
"Ada yang milih A, B, C, sehingga masih terkotak-kotak. Pilkades tahun 2018 ini mudah-mudahan berjalan baik, dengan semakin dewasanya masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya akan menjaga stabilitas desanya, dan tetap hidup rukun sehingga pembangunan di desa bisa berjalan dengan baik," harapnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi beserta unsur Forkompinda melakukan pantauan pilkades di Kecamatan Bojong, Wiradesa, dan Kecamatan Wonokerto. Asip menyatakan, dari pantauannya pelaksanaan pilkades semuanya berjalan lancar dan aman, serta partisipasinya tinggi, karena ini bentuk miniatur demokrasi terutama di desa.
"Masyarakat sekarang sudah sadar hak dan kewajibannya. Saya berharap, siapa pun yang terpilih bisa amanah, menjalankan program-program dengan baik. Sekarang tidak ada alasan lagi desa tidak maju, karena punya dana desa, sumber daya manusia, sumber daya sosial, ini harus digunakan. Pilihan jangan sampai ada perpecahan. Jika sudah selesai siapa yang menang harus mendatangi calon-calon yang kalah. Silaturahmi kembali dan diminta masukan-masukannya karena itu energi sosial yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan desanya," pesannya.
Disebutkan, pada tahun 2018 ini total ada 33 desa yang melaksanakan pilkades tahap pertama. Pada tahun 2019, ada 200-an desa lebih. "Prinsip mereka ini penyelenggara P2KD mendapat bantuan dari kabupaten. Indeksnya per desa Rp 25 juta, digunakan untuk penyelenggaraan," ujarnya.
Penulis :
Editor :