Desa Wisata Wanurejo Masuk 5 Destinasi Prioritas Nasional


Kementerian Parowisata menggelar Training of Trainers (TOT) diikuti  20 orang peserta pengelola Homestay, 10  orang dari Jawa Tengah dan 10 orang  Provinisi DIY, di Hotel Atria Magelang, 19 - 22 November 2018. foto ali subchi

MAGELANG – Insan pariwisata harus penuh senyum, bersikap ikhlas dan berbuat baik. Dunia wisata, adalah melayani orang yang senang dan membawa uang, maka insan wisata harus mampu memanfaatkan kedatangan wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata.  Karena tahun 2019, pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan asing ke Indonesia, 2 juta di antaranya berkunjung ke Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar).

 “Dari jumlah Wisman yang berkunjung ke Joglosemar itu, juga akan berkunjung di Magelang untuk melihat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia, sehingga harus disambut dengan baik,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso di sela-sela pelatihan pendampingan desa wisata, Rabu (22/11).

Ada 20 orang peserta mengikuti kegiatan pengembangan desa wisata yang dilaksanakan Kementerian  Kementerian Pariwisata RI, dalam kegiatan pengembangan Desa Wisata melalui  pendampingan di enam desa yang menjadi pilot project. Kegiatan ini, merupakan tindak lanjut kegiatan pengembangan desa wisata melalui pendampingan.

Sedangkan penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) di Magelang diikuti  20 orang peserta pengelola Homestay, terdiri  10  orang dari Jawa Tengah dan 10 orang  Provinsi DIY, di Hotel Atria Magelang, 19 - 22 November 2018.

Ada lima Destinasi Prioritas Pariwisata di Indonesia dan Kabupaten Magelang masuk di dalamnya, yakni Desa Wanurejo. Di luar itu adalah Desa Sigapiton (Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara), Desa Ngadas (Bromo-Tengger-Semeru, Kabupaten Malang, Jatim), Desa Sasak Ende dan Desa Bilebante (Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB), Desa Liang Ndara (Labuan Bajo, Kabupaten manggarai Barat, NTT).

Menurut Iwan, menyambut kunjungan wisman ke Magelang, maka yang paling siap adalah desa wisata dan pengelola homestay, maka pengelola homestay harus mengetahui bagaimana cara menerima wisatawan tersebut. “Mempersiapkan SDM harus dilakukan, agar wisatawan bisa lebih nyaman,” katanya.

Di Magelang, ada 173 homestay yang tersebar di wilayah Kecamatan Borobudur. Dari 173 homestay tersebut, terdapat 49 buah berada di luar wilayah Kecamatan Borodur. Maka adanya homestay yang ada saat ini, mengefektifkan rumah penduduk yang ada sebagai tempat menginap para wisatawan.

Analisis Kebijakan Fungsional Kementerian Pariwisata RI, Rinto Taufik Simbolon menyatakan, kegiatan pelatihan bagi pengelola desa wisata dan homestay ini, dimaksudkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan, karena program pemerintah tahun 2019 yang menargetkan 20 juta wisatawan ke Indonesia, harus diantisipasi dengan mempersiapkan SDM serta desa wisata yang menjadi target kunjungan.

 “Kegiatan pelatihan ini terus dilakukan, terutama bagi desa wisata yang menjadi destinasi kunjungan wisman. Dengan SDM yang baik dan siap melayanan, tentunya membuat wisatawan lebih nyaman dan senang,” tambahnya.

 

Penulis : as
Editor   :