Pelaporan Pajak Diperpanjang Sampai Hari Kartini

125

Kementerian Keuangan memutuskan memperpanjang masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh orang pribadi periode 2016 sampai 21 April 2017. Hal ini dilakukan karena bersamaan dengan berakhirnya masa amnesti pajak periode ketiga atau akhir Maret 2017.

''Terkait penyampaian SPT orang pribadi jadi SPT tahun pajak 2016, kondisi yang bersamaan dengan hari terakhir pelaksanaan tax amnesty. Karena itu, kami memutuskan untuk perpanjangan jangka waktu SPTOP sampai 21 April 2017,'' kata Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (29/3).

Batas waktu pelaporan SPT sesuai UU KUP jatuh pada 31 Maret bagi wajib pajak (WP) orang pribadi dan 30 April bagi wajib pajak badan. Program tax amnesty dimulai pada Juli 2016 dan akan berakhir di 31 Maret 2017 atau sembilan bulan penuh.

Suryo menambahkan, perpanjangan pelaporan SPTTahunan PPh periode 2016 sampai 21 April ini hanya berlaku administrasi saja, sedangkan pembayaran pajak tetap harus dilakukan pada 31 Maret.

''Penyampaiannya boleh mundur tapi bayarnya 31 Maret 2017, jangka waktu penyampaiannya di undur ke 21 April. Jadi pembayaran sesuai UU atau 31 Maret. Administrasi yang diundur, yang e-filing bisa, begitu juga yang pakai pos,” jelasnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, perpanjangan waktu laporan SPT Tahunan PPh periode tertuang dalam Peraturan Dirjen (Perdirjen).

''Itu dituangkan dalam Perdirjen, jadi sudah resmi disampaikan, perdirjennya hari ini akan di tanda tangan dan akan di-publish,” katanya. Namun dia mengimbau agar wajib pajak tetap melaporkan, SPT-nya mulai dari sekarang atau tidak menunda-nunda.

Penulis :
Editor   : awl