Oesman Sapta Odang Keuntungan bagi DPD


SEMARANG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono berharap, terpilihnya Oesman Sapta Odang sebagai Ketua DPD RI tidak perlu disikapi secara berlebihan. Dirinya justru melihat, dengan terpilihnya senator asal Kalimantan Barat yang juga Ketua Umum DPP Partai Hanura tersebut sebagai sebuah keuntungan bagi DPD.

 “Seperti kisah pewayangan, yang selalu ada persoalan atau peperangan diawal cerita, bahkan sebelum 'goro-goro', namun cerita akhirnya selalu ada kedamaian atau jalan keluar. Saya melihat persoalan yang tengah menimpa DPD itu seperti kisah pewayangan,” paparnya, saat ditemui di Kantor DPD RI Jateng, Jalan Imam Bonjol Semarang, Rabu (5/4).

 Dirinya meminta seluruh pihak untuk menahan diri dengan tidak mengeluarkan statment, komentar atau tindakan yang justru akan memperkeruh suasana. “Pemilihan tersebut berlangsung secara terbuka dan demokratis. Jika kemudian yang terpilih sebagai ketua itu aktif di partai politik, secara konstitusional dan hukum tidak ada larangan duduk di lembaga perwakilan daerah,” terangnya.

 Senator asal Jateng ini lebih melihat dengan terpilihnya Oesman Sapta Odang bisa membuka dan menjembatani berbagai keinginan dan perjuangan DPD selama ini. Salah satunya amandemen UUD 1945, dalam hal penguatan fungsi dan peran DPD RI.

 “Sejauh ini kita sudah melakukan berbagai penelitian dan kajian dari berbagai sektor, dari berbagai sumber baik tokoh masyarakat hingga akademisi. Tentang pentingnya fungsi, peranan dan kewenangan DPD  sebagai perwakilan daerah. Kita juga sudah mengajukan ke teman-teman DPR, namun sejauh ini memang belum ada tanggapan serius. Justru dengan terpilihnya Pak Oesman, ini bisa menjadi peluang agar perjuangan kita selama ini bisa lebih didengar,” tandasnya.

 Dirinya juga menampik akan ada kepentingan atau agenda tersembunyi, jika pemimpin DPD berasal dari kalangan parpol. “Saya kira pimpinan DPD bisa memisahkan,  saat aktif di parpol dan kapan harus mewakili DPD. Saya juga melakukan hal itu, saat masih menjadi kader Partai Golkar. Kalau sudah berfungsi sebagai anggota DPD, saya sepenuhnya membela kepentingan lembaga ini,”terang Ketua Partai Golkar Jateng 2004-2009 tersebut.

 Bambang Sadono melanjutkan, sebagai orang Partai Golkar pasti jiwa sebagai kader tidak akan hilang, tetapi saat ini diposisikan sebagai wakil daerah maka pimpinannya ada di DPD. “Maka harus memprioritaskan tugas di DPD untuk kepentingan daerah, sehingga perdebatan ingin membubarkan lembaga ini menurut saya sangat tidak relevan,” tegasnya.

 Dirinya mencontohkan, selama menjadi anggota DPD selalu menjalankan tugasnya di Jawa Tengah. Termasuk berkeliling ke seluruh kabupaten/kota untuk mendengarkan aspirasi pemerintah daerah karena mewakili daerah. Hal yang sama juga dilakukan anggota DPD lain, yang awalnya juga kader parpol.

Penulis :
Editor   :