Belajar dari Akal Kelinci

371

SEEKOR kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata: "Kalau memang kamu berani, ayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang. Saya yakin saya akan menang."

Sang Rubah jantan merasa tertantang, "Di mana pun jadi. Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"

Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setungkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai. Tiba tiba datang seekor serigala besar yang hendak memangsanya. Dengan tenang kelinci itu berkata, "Kalau memang kamu berani, aayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."

Sang serigala merasa tertantang, "di mana pun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?" batinnya.

Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setungkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri di atas pasir. Tiba tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya. Kembali kelinci itu berkata: "Kalau memang kamu berani, ayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."

Sang Beruang merasa tertantang, "Di mana pun jadi. Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"

Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha beruang dan melahapnya dengan nikmat.

Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, magrib menjelang. Sang Kelinci melongok ke dalam lubang, sambil melambai ia memanggil. "Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan!"

Keluarlah seekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap harimau berkata, "Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."

Sahabat, the winner selalu berpikir mengenai kerja sama, sementara the looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya. Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama, meskipun dengan seseorang yang kelihatannya tidak lebih baik daripada kita, seperti yang dilakukan kelinci tadi.

Penulis :
Editor   :