Surabaya, Wawasan.co - Dalam rangka mewujudkan thema kepengurusan Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( ISKA ): “ Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan” Tradisi organisasi ISKA berbagi perhatian terhadap sesama selalu dilakukan tiap tahun. Kali ini Dewan Pimpinan Cabang ISKA Cabang Surabaya diajak untuk bekerjasa melaksanakan kegiatan tersebut di wilayah Jawa Timur khususnya di area Surabaya dan sekitarnya. Dr. Farida Suhud-Ketua DPC ISKA Surabaya, menjadi Ketua Panitia untuk kegiatan ini.
Kegiatan Baksos ISKA ini diawali dengan perjalanan yang ditempuh rombongan PP ISKA dari Jakarta menuju Surabaya, dipimpin langsung oleh Ketua Presidium PP ISKA Ir. Luky A. Yusgiantoro, MSc, Mspec, PhD. Peserta rombongan terdiri dari 24 anggota rombongan pengurus Presidium Pusat ISKA dan Para Kepala Departemen, Kesekjenan dan Bendahara Pengurus Pusat. Turut hadir juga Pengurus DPD ISKA DKI Jakarta dan DPD ISKA Jawa Tengah.
Pagi hari sesampai di Surabaya acara diawali dengan acara City Tour di Kota Surabaya dan Sekitarnya. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajakan bagi masyarakat luas dalam meramaikan – mengunjungi destinasi wisata di tanah air, khususnya di wilayah daerah Surabaya. Mulai dengan Ziarah Ke Makam Pahlawan Nasional Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya: WR. Supratman. Selanjutnya Mengunjungi Jembatan Suramadu dan mampir di gerai usaha Souvenir dan makanan khas Bangkalan Madura yang dikelola UMKM setempat, dan akhirnya dengan keterbatasan waktu hanya melewati serta memperhatikan Museum Kapal Selam di Dekat area Delta Plaza Surabaya.
Rombongan ISKA ini akhirnya berlabuh ke pusat Kuliner di Depot Bu Rudy di wilayah Dharmahusada - untuk menikmati kulineran dan oleh-oleh khas Surabaya, beberapa peserta memanfaatkan kunjungan ini untuk melakukan penelitian dan wawancara pengembangan usaha Kuliner Bu Rudy untuk memahami kiat-kiat sukses Bu Rudy mengembangkan usahanya dan nantinya dapat dibagikan bagi UMKM lainnya yang didampingi oleh para aktifis ISKA.
Sore Harinya pada Sabtu 24/1/2026 Rombongan ISKA memulai acara inti untuk melaksanakan bakti sosial, mengunjungi dan beranjangsana serta berbagi kasih serta perhatian untuk para Ibu-ibu dan Oma-oma lansia serta anak-anak yang berkebutuhan khusus. Yayasan Bhakti Luhur - Sidoarjo adalah yang selama ini mengelola aktifitas layanan untuk para lansia dan anak berkebutuhan khusus. Jumlah asuhan layanan di panti tersebut tidak kurang dari 150 jiwa. Selain memberikan bantuan dana dan barang-barang yang dapat digunakan untuk menunjang layanan. Acara tersebut di awali dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Romo. Benny Pr, Imam praja Surabaya yang menjadi Moderator DPC ISKA Surabaya. Romo Benny dalam khotbahnya menyambut baik inisiatif kegiatan ini yang merupakan karya nyata ISKA bagi sesama. Iman yang mewujud dalam cahaya perhatian bagi sesama. Setelah misa dilanjutkan dengan acara penyerahan bantuan dan berbagi kasih lewat acara hiburan menyanyi, quis lagu, permainan hiburan sulap dan santap malam bersama.
Meskipun waktu sudah menunjukkan Pukul 19.30 acara rombongan belum usai, masih melanjutkan etape acara terakhir Audiensi dengan Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo di Gereja HYMK – Katedral Surabaya.
Di ruang pertemuan Lt. 2 Katedral Surabaya , rombongan diterima oleh Bapak Uskup Surabaya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, yang lebih dekat dipanggil dengan Romo Didik. Acara dimulai dengan saling memperkenalkan diri antara Rombongan PP ISKA dan Tuan rumah yang berlangsung tidaak menampakkan suasana kaku dan resmi tetapi suasana dialog yang mengesankan.
Dalam audiensi ini Romo Didik menekankan pentingnya keberanian untuk mendefinisikan ulang keberadaan organisasi serta menghidupkan spiritualitas kehadiran. Dalam pertemuan itu, Bapak Uskup menegaskan bahwa keberadaan PP ISKA tidak boleh berhenti pada struktur organisasi, melainkan harus menghadirkan dampak nyata bagi kebaikan bersama. Hal ini sejalan dengan moto ISKA: untuk kebaikan bersama (pro bono publico).
“Keberadaan PP ISKA mesti membawa dampak bagi kebaikan bersama. Kehadiran PP ISKA harus terlihat, mulai dari Jakarta hingga ke level lokal seperti paroki dan kecamatan, terutama pada momen-momen penting,” ujar Romo Didik .
Menurutnya, PP ISKA memiliki ruang peran yang luas, khususnya dalam menjalankan fungsi kecendekiawanan dan kehidupan intelektual bagi bangsa dan Gereja. Karena itu, proses rekrutmen anggota dinilai perlu dilakukan secara lebih strategis, agar organisasi diisi oleh sumber daya yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran para cendekiawan Katolik yang berdampak di tengah masyarakat. Ia menilai, umat dan masyarakat luas membutuhkan peran intelektual untuk menjernihkan persoalan-persoalan sosial sekaligus menghadirkan solusi yang kreatif dan transformatif.
Ketua Umum PP ISKA Ir. Luky A Yusgiantoro , MSc, PhD menyatakan sependapat dengan penekanan yang disampaikan Uskup Surabaya. Ia mengatakan, arahan dari para pemimpin Gereja menjadi penting bagi PP ISKA untuk menajamkan orientasi gerak organisasi.
“Kami membuka diri terhadap semua masukan yang konstruktif,” kata Luky.
Luky menambahkan, penguatan keberadaan ISKA memang perlu dilakukan secara menyeluruh, dari tingkat pusat hingga ke daerah. Hal itu mencakup perluasan keanggotaan para cendekiawan dan intelektual yang tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga kualitas.
Menurut Luky, dalam masa kepemimpinannya, ISKA telah berupaya membuka ruang bagi keterlibatan intelektual muda. Di sejumlah daerah, kepemimpinan ISKA bahkan dijalankan oleh generasi muda dari kalangan dosen maupun profesi lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ch Arie Sulistiono, MM - Sekretaris Jenderal PP ISKA, menegaskan bahwa ISKA merupakan Organisasi Kemasyarakatan Katolik yang kehadirannya di daerah-daerah merupakan bentuk kesadaran penegasan kehadiran cendekiawan Katolik, dan bukan sekedar bentukan pengurus pusat ISKA. Oleh karena itu saat ini ISKA memang belum hadir di semua propinsi , baru di 28 Propinsi dari 38 Propinsi yang ada di NKRI. Oleh karenanya mohon berkenan Bapak Uskup membantu memfasilitasi jika ada kesadaran yang muncul di kalangan sarjana – cendekiawan yang berinisiatif mendirikan ISKA di wilayah Jawa Timur khususnya yang masuk wilayah gerejawi Keuskupan Surabaya, karena di wilayah provinsi Jawa Timur baru ada ISKA Cabang Surabaya, Malang dan Banyuwangi.
Audiensi yang terlaksana cukup singkat kurang lebih satu jam, memberikan banyak masukan dan inspirasi untuk gerakan ISKA selanjutnya. Bapak Uskup juga membuka jalan bagi pengembangan jaringan kepengurusan ISKA dan program-program kerjasama yang mungkin dilakukan untuk kebaikan bersama. Acara ditutup dengan doa serta berkat dari Bapak Uskup Surabaya dan diakhiri dengan foro bersama sebagai kenang-kenangan yang tak terlupakan. Tepat Pukul 22.05 Rombongan PP ISKA meninggalkan Wisma Keuskupan Surabaya untuk pulang kembali ke Jakarta dengan banyak pengalaman dan kesan yang tak terlupakan.
Penulis : holy
Editor : Daniel