Semarang, wawasan.co - Universitas Semarang (USM) melalui Program Studi Magister Teknik Sipil (S2) Pascasarjana menggelar rapat panitia guna mematangkan pelaksanaan Seminar Nasional I yang akan digelar dalam waktu dekat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari penguatan akademik sekaligus pengenalan program magister baru di lingkungan Pascasarjana USM, pada hari Kamis (22/01/2026).
Direktur Pascasarjana Universitas Semarang, Dr Muhammad Junaidi SHI MH, menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut mengusung tema inti “Analisis dan Mitigasi Potensi Bencana melalui Pendekatan Teknik Sipil”. Tema ini dinilai relevan dengan kondisi kebencanaan yang belakangan menjadi perhatian serius, baik di tingkat regional maupun nasional.
Menurutnya, pendekatan kebencanaan yang diusung tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, namun juga menyentuh sisi filosofis dan keberlanjutan solusi. Hal ini sejalan dengan karakter pendidikan di jenjang magister yang menekankan pemikiran kritis dan konseptual dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
“Permasalahan kebencanaan saat ini menjadi salah satu prioritas utama. Melalui pendekatan yang diajarkan di Magister Teknik Sipil USM, kita ingin menawarkan konsep solusi berkelanjutan, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga dari perspektif yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Selain seminar nasional, kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran Program Studi Magister Teknik Sipil secara utuh. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat luas untuk bergabung dan berkontribusi, khususnya dalam pengembangan keilmuan teknik sipil berbasis kebencanaan.
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil (S2) USM, Dr Adolf Situmorang ST MT, menjelaskan bahwa rapat panitia yang digelar merupakan rapat finalisasi untuk memastikan kesiapan seluruh seksi menjelang hari pelaksanaan.
“Rapat hari ini bertujuan untuk memfinalisasi setiap seksi dan bagian. Tinggal beberapa hari lagi menuju pelaksanaan, sehingga semua harus berjalan sesuai dengan desain dan program yang telah direncanakan sejak sebulan terakhir,” jelasnya.
Ia menambahkan, Seminar Nasional I ini menjadi momentum penting karena merupakan seminar nasional perdana yang diselenggarakan oleh Magister Teknik Sipil USM. Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan keunikan kurikulum Magister Teknik Sipil USM yang menitikberatkan pada isu kebencanaan.
“Jawa Tengah, termasuk Semarang, merupakan wilayah yang rawan bencana. Oleh karena itu, kurikulum berbasis kebencanaan menjadi nilai unggul yang kami tawarkan, agar lulusan nantinya mampu berperan aktif dalam memberikan solusi nyata di masyarakat,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya seminar nasional ini, USM berharap Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil semakin dikenal luas dan mampu memberikan kontribusi akademik maupun praktis dalam upaya mitigasi bencana di Indonesia.
Penulis : holy
Editor : Daniel