Pelanggan duren Bhineka Bawor tengah memilih duren di kios duren Pak Sarno , Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. (Foto: hermiana E Effendi)
BANYUMAS- Hari masih pagi, namun sudah banyak orang memadati area kebun durian di Desa Alas Malang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Ada yang menyantap durian di gazebo, ada juga yang di teras rumah induk dan beberapa orang memilih untuk berjalan-jalan di kebun sambil melihat rimbunnya buah durian.
Kios durian milik Pak Sarno, tak pernah sepi pengunjung. Sejak buka pukul 09.00 WIB pagi, orang sudah berdatangan ke kebun, terlebih lagi saat musim panen durian seperti sekarang ini. Melihat tumpukan durian berukuran besar, merupakan kenikmatan tersendiri bagi para pecinta buah yang beraroma tajam tersebut.
?Kalau mau makan durian, ya ke sini, duriannya enak, besar, bijinya kecil, jadi puas sekali makannya,? kata salah satu pelanggan durian Pak Sarno, Aan Rohaeni yang datang bersama rombongan.
Aan sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan durian Pak Sarno. Selain duriannya yang istimewa, di lokasi tersebut juga banyak sekali pilihan, sehingga konsumen bisa memilih sesuai selera. Ada yang memilih durian berukuran besar hingga seberat 12-14 kilogram, ada juga yang memilih durian berukuran sedang dengan berat 9-10 kilogram.
Anakan 35 Jenis
Durian Bhinneka Bawor ini merupakan hasil kreasi Pak Sarno dan menjadi durian khas Kemranjen. Tahun 1995, Pak Sarno mengawinkan 35 jenis durian lokal, beberapa di antaranya merupakan jenis unggulan. Ada dua pohon indukan dari 35 jenis pohon durian tersebut yang masih dipertahankan sampai sekarang.
Anak Pak Sarno, Budiatno menjelaskan, pohon indukan tersebut sudah menghasilkan puluhan ribu bibit pohon durian Bhineka Bawor. Selain menjual durian, kios Pak Sarno juga menjual bibit pohon durian Bhineka Bawor. Harganya variatif, untuk bibit pohon yang masih kecil dijual dengan harga Rp 50 ribu dan untuk yang sudah tinggi harganya Rp 3juta - Rp4 juta per pohon.
Hasil rintisan Pak Sarno ini sekarang sudah membuahkan hasil manis. Setiap harinya ada puluhan pengunjung yang datang untuk menikmati durian bawor. Tidak hanya dari Banyumas, tetapi juga dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor dan beberapa kota di Jatim.
"Pelanggan mulai berdatangan kalau musim panen seperti sekarang ini. Pelanggan dari luar kota biasanya boking terlebih dahulu melalui telephone untuk memastikan bisa mendapat durian dalam jumlah yang diinginkan. Tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, ada juga yang membeli durian dalam jumlah besar untuk dijual kembali," terang Budi.
Terkait stok durian, Budi mengaku tidak khawatir, karena memiliki ribuan pohon durian bawor. Dalam satu tahun, pihaknya panen hingga tiga kali. Satu kali panen bisa menghasilkan sampai 20 ton durian.Saat panen, dalam satu hari durian yang terjual antara 1,5 ton hingga 2 ton. Harga durian nya bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu.
"Sampai minggu kedua bulan November ini, durian yang terjual sudah 10 ton. Padahal panen raya baru bulan Desember - Januari. Untuk durian yang ukurannya besar biasanya dilelang. Kemarin ada tiga durian dilelang dan terjual dengan harga Rp 2,7 juta, dibeli oleh pelanggan dari Boyolali. Berat durian masing - masing 14 kg, 12,3 kg dan 13,8 kg," jelas Budi.
Ingin menikmati durian ukuran besar, daging tebal, biji kecil dan rasa yang manis, datang saja ke kios Durian Bhineka Bawor di Desa Alasmalang, Kemranjen. Jika saat dibelah rasa durian tidak seperti yang diharapkan, konsumen bisa meminta diganti dengan durian yang lebih bagus, karena kios durian Pak Sarno ini juga memberikan garansi untuk durian yang dijualnya.
Penulis :
Editor :